Menuju Hari Raya Idul Adha di Tahun 2021, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah makanan berkolesterol 

oleh -416 views

Menuju Hari Raya Idul Adha di Tahun 2021, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah makanan berkolesterol karena jika terlalu banyak mengonsumsi daging kambing misalnya, hal itu tidak baik untuk kesehatan. Terdapat beragam makanan yang terlihat enak dan menggiurkan tetapi justru dapat menyebabkan naiknya kolesterol. Pasalnya, kolesterol tinggi erat kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan seperti jantung bahkan stroke.

Sebenarnya, kolesterol ada di setiap sel tubuh dan memiliki fungsi alami yang sangat penting untuk mencerna makanan, memproduksi hormon, serta menghasilkan vitamin D. Kendati demikian, terlalu banyak konsumsi makanan penyebab kolesterol tinggi dapat membahayakan tubuh.

Menumpuknya kolesterol akan berdampak pada sempitnya arteri yang disebut aterosklerosis. Kondisi tersebut bisa jadi penyebab terhambatnya aliran darah. Para penderita kolesterol tinggi mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Hal tersebut jadi alasan kuat, mengapa sangat penting untuk mengetahui aneka macam makanan penyebab kolesterol tinggi.

Supaya kadar kolesterol dalam tubuh terjaga, sebaiknya kamu tahu makanan apa saja yang perlu dihindari atau tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Gorengan

Aneka makanan yang diolah dengan cara goreng, terutama deep-fry, sangat banyak mengandung kolesterol tinggi sehingga harus dihindari. Makanan yang digoreng juga tinggi kalori dan banyak mengandung lemak trans yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, konsumsi gorengan terlalu sering erta kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, serta diabetes.

Makanan Siap Saji

Makanan cepat saji juga salah satu makanan penyebab kolesterol tinggi. Bahkan makanan ini menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Jika Anda sering mengonsumsi makanan cepat saji, maka berpotensi memiliki kadar kolesterol lebih tinggi, lebih banyak lemak perut, serta memiliki risiko tingkat peradangan yang lebih tinggi, dan gangguan pada kadar gula darah.

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.