MPAL Pesawaran Dituding Ilegal, Dan Akan Dilaporkan Ke APH Oleh Sejumlah Tokoh

Lampung200 Dilihat

DNewsradio PESAWARAN –Dituding berstatus Ilegal, sejumlah Tokoh Masyarakat Pesawaran akan melaporkan Lembaga Masyarakat Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran ke Aparat Penegak Hukum (APH) kabupaten setempat.

 

Rencana tersebut, diucapkan salah satu tokoh Pendiri Kabupaten Pesawaran (P3 KP), Mualim Taher, yang menyebut keberadaan MPAL Pesawaran sebagai lembaga abal- abal karena diduga tidak dapat menunjukkan bukti  kelengkapannya sebagai syarat untuk terbentuknya suatu organisasi.

 

Apalagi tambah Mualim, selama ini ditengarai MPAL Pesawaran, yang di ketua Farifki Zulkarnain itu, sudah banyak menerima dan menikmati bantuan, baik dana hibah atau bantuan lainnya, yang didapat dari hasil uang rakyat melalui Pemkab Pesawaran, yang nilainya sangat signifikan.

 

“Kami perlu melaporkan MPAL Pesawaran ke APH, karena selain kita duga keberadaannya tidak sah, juga terhadap pertanggung jawabannya penggunaan bantuan hibah yang diterimanya selama ini, otomatis menjadi bermasalah, karena diberikan kepada lembaga”, ucap Mualim, Rabu (05/06/2024).

 

Sedang terkait pertemuannya dengan Kepala Kesbangpol Pesawaran, Syukur, yang tidak berkenan untuk menunjukkan Dokumen tentang legalitas keabsahan MPAL Pesawaran, sesuai janjinya kepada Ketua MPAL Provinsi, Sabirin Kaunang.

 

“Ya pastinya kita kecewa kepada Kaban Syukur, yang sepertinya enggan untuk memberikan penjelasan atas upaya yang sudah dilakukannya. Sesuai janjinya kepada Ketua MPAL Provinsi. Padahal kami sebagai masyarakat Pesawaran, juga berhak untuk mengetahuinya”, keluhnya.

 

Sementara Kepala Kesbangpol Pesawaran, Syukur, mengatakan, pihaknya enggan untuk memberikan keterangan atau menunjukkan dokumen tentang keabsahan MPAL Pesawaran, sesuai janjinya, karena janji yang diucapkan pihaknya tersebut, hanya diucapkannya kepada Ketua atau Pengurus MPAL Provinsi Lampung saja, bukan yang lain.

 

“Saya komit dengan janji saya, karena saya berjanji hanya kepada Pengurus MPAL Provinsi saja, ya diluar itu, hak saya juga, kalau saya tidak berkenan, untuk memberikan keterangan dan penjelasan kepada pihak atau orang diluar lembaga tadi, itu saja”, tegasnya.

 

Sebelumnya diberitakan, Ketua MPAL Provinsi Lampung, Syabirin Koenang kunjungi Kesbangpol Kabupaten Pesawaran dalam rangka mempertanyakan legal standing keberadaan MPAL Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, MPAL Pesawaran yang berdiri saat ini dianggap tidak memenuhi syarat sebagai organisasi.

 

“Saya belum pernah meng -SK kan terlebih lebih melantik MPAL Pesawaran. Maka disini saya bersama tim melakukan kunjungan ke Kesbangpol Pesawaran untuk mempertanyakan legal standing MPAL Pesawaran.” kata dia didepan Kaban Kesbangpol, Senin, 03 Juni 2024 kemarin.

Sedang Kesbangpol Pesawaran menyatakan minta waktu sampai Rabu, 05 Juni 2024, guna mengkroscek Legalitas MPAL Pesawaran.

 

” Ya, Kami sudah meminta waktu sampai Rabu besok, untuk mengkroscek  legalitas MPAL Pesawaran, sesuai permintaan Ketua MPAL Provinsi tersebut”, janji Kaban Kesbangpol, Syukur. (tim)