Musim mudik yang biasanya ditandai dengan lonjakan lalu lintas yang signifikan

Musim mudik yang biasanya ditandai dengan lonjakan lalu lintas yang signifikan

Tips124 Dilihat

Musim mudik yang biasanya ditandai dengan lonjakan lalu lintas yang signifikan. Pasalnya masyarakat berbondong-bondong mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Namun, di tengah euforia silaturahmi dan liburan, ada hal berbahaya yang sering diabaikan misalnya mengemudi dalam keadaan mengantuk. Padahal, berkendara dalam keadaan mengantuk sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Berkendara dalam keadaan mengantuk diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Pada Pasal 310 Ayat (1) berbunyi :

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Berdasarkan Pasal 229 UU LLAJ, kecelakaan lalu lintas digolongkan menjadi 3, yakni:

  1. Kecelakaan lalu lintas ringan, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan kendaraan atau barang.
  2. Kecelakaan lalu lintas sedang, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan kerusakan kendaraan atau barang.
  3. Kecelakaan lalu lintas berat, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.