Musisi jazz senior Indonesia, Idang Rasjidi, meninggal dunia di RS Azra, Bogor

oleh -702 views

Musisi jazz senior Indonesia, Idang Rasjidi, meninggal dunia di RS Azra, Bogor, Sabtu (4/12/2021), sekitar pukul 23.35 WIB lantaran komplikasi dalam usia 63 tahun. Pihak keluarga menyatakan bahwa Idang meninggal karena diabetes dan beberapa penyakit lainnya.

“Beliau memang sudah sakit gula (diabetes) dan beberapa penyakit lainnya. Jadi sebelum ini menurut keluarga harus segera diambil tindakan amputasi di bagian tubuhnya untuk mencegah penyakit gulanya menyebar. Namun sejauh ini keluarga dan Mas Idang sendiri berupaya mencari alternatif agar tidak perlu proses amputasi,” ungkap sahabat Idang, Jilly Likumahuwa saat dihubungi media, Minggu (5/12/2021).

Namun tak hanya penyakit gula yang menggerogoti tubuhnya, kondisi ginjal pria yang lihai bermain piano itu juga bermasalah dan perlu penanganan dari dokter.

“Jadi sebenarnya planning dokter akan ada lagi pembenahan sampai tuntas. Cuma kemarin diberhentikan karena ada kendala dengan ginjalnya. Namun ternyata banyak sekali komplikasinya,” tambahnya.

Idang sendiri rencanakan akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, pada Minggu siang ini.

“Insyaallah beliau akan di makamkan di TPU Kampung Kandang, bakda dzuhur ini. Mohon doanya, dan minta maaf kalau memang beliau ada salah selama ini,” tandasnya.

Idang Rasjidi dilahirkan di Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada 26 April 1968. Idang selama ini dikenal sebagai musisi jazz berbakat dan lihai memainkan piano. Dia juga bisa menirukan suara dari berbagai alat musik seperti trompet, trombon, dan perkusi.

Dasar bermain piano didapatnya dari Kardana, guru pianonya yang pertama. Sedangkan pengembangannya ia dapat dengan belajar sendiri.

Kepandaian Idang berpiano semakin terasah ketika ia berinteraksi dengan seniornya Ireng Maulana dan Kiboud Maulana. Idang bergabung dalam wadah Ireng Maulana Associate. Idang juga banyak menimba pengalaman bersama Maryono (saksofone), Benny Mustapha (drum), Oele Pattiselanno (gitar), Benny Likumahuwa (trombon), Dullah Suweileh (perkusi), Jeffrey Tahalele (bass) ketika mereka tergabung dalam band yang bernama The Galatic.

Selain itu Idang pernah membentuk Jakarta All Stars bersama Kiboud Maulana, anggota grup lainnya terdiri dari alm Embong Rahardjo (saksofon), Cendi Luntungan (drum), Jeffrey, dan Adjie Rao (perkusi). Banyak pentas jazz internasional sudah Idang singgahi.

Sedikitnya The Djakarta All Star telah empat kali tampil di arena North Sea Jazz Festival, Belanda. Album yang pernah dihasilkan oleh Idang antara lain solo album berjudul Heaven and Earth, dirilis pada tahun 1996-an dan album Jazzy Christmas Margie Segers. Kerja sama ini berlanjut dengan pembuatan album Idang sendiri yang berjudul Jazzy Piano.

No More Posts Available.

No more pages to load.