Musisi Nina Sari Ishak baru saja merilis album Music for Sleeping: Lelap pada seluruh platform digital

oleh -825 views

 Musisi Nina Sari Ishak baru saja merilis album Music for Sleeping: Lelap pada seluruh platform digital, Jumat (19/3/2021).

Peluncuran album ini bertepatan dengan Hari Tidur Sedunia yang merayakan betapa pentingnya memiliki kualitas tidur yang baik. Music for Sleeping: Lelap terdiri dari 10 lagu instrumental piano yang menggambarkan siklus tidur manusia. Album dimulai dengan Nina Bobo.

“Keseluruhan judul-judul menggambarkan siklus tidur. Dimulai dari Nina Bobo, seperti bagaimana kita mencoba menyanyikan lagu itu ke seorang anak sambil menepuk-nepuk,” kata Nina dalam acara konferensi pers virtual Music for Sleeping: Lelap, Kamis (18/3/2021).

Dilanjutkan dengan Istirahat sambil pendengar berbaring. Pendengar akan merasa lebih tenang dengan Tenang dan Teduh. Hati pun terasa Tenteram. Sambil memejamkan mata dengan Pejam. Mata akan terasa lebih berat dengan Sayup. Kemudian pendengar akan diantar tertidur Pulas, mulai bermimpi dengan Bunga Tidur hingga berakhir dengan Lelap.

“Saya menggunakan elemen-elemen simpel [dalam komposisi piano] ini. Saya ingin ciptakan sebuah background music yang membantu orang tertidur,” ujarnya.

Tak hanya itu, masing-masing lagu memiliki puisi tersendiri yang bisa pendengar baca sambil beristirahat.

Sebagai seorang musisi, Nina bermimpi untuk membawa musik Indonesia ke dunia internasional. Hal ini juga mendorong Nina untuk menggunakan Bahasa Indonesia dalam setiap judul album ini. Dirinya menambahkan, alunan piano dalam Teduh menggunakan pentatonik Jawa. Nina pun menamakan Teduh sebagai salah satu lagu favoritnya dalam album ini.

728×90 Leaderbord

“Musik Indonesia tidak boleh cuma dikenal karena gamelan dan angkung saja. Musik Indonesia luas. Ada keroncong, dangdut, pop hingga rock,” kata Nina.

Sebelum rilis digital ini, Nina telah meluncurkan album ini secara fisik dalam bentuk speaker lamp. Lampu tidur ini memutarkan alunan-alunan piano Nina sambil memancarkan cahaya dengan warna-warna lembut. Nina pun menilai lampu ini sebagai cara baginya untuk menjangkau pendengarnya yang berada di rumah selama pandemi Covid-19.