NFT atau Non-Fungible Token masih menyita perhatian bagi industri

oleh -369 views

NFT atau Non-Fungible Token masih menyita perhatian bagi industri, utamanya industri seni yang menemukan cara baru untuk memperkenalkan dan memasarkan karya mereka dengan lebih modern.

Salah satu media terkemuka yang berkecimpung di dunia musik, Rolling Stone, mengumumkan akan menghadirkan platform bernama OneOf yang akan memberikan penggemar ragam opsi NFT yang lebih murah termasuk untuk anak-anak dan remaja.

Menurut laporan awal, Quincy Jones, Whitney Houston, Doja Cat, John Legend, TLC, Charlie Puth, Jacob Collier, G-Eazy, Alesso, dan bintang-bintang lainnya, telah menyiapkan koleksi yang akan diluncurkan bersamaan dengan peluncuran OneOf di bulan Juni 2021.

Presiden Quincy Jones Productions, Adam Fell, mendirikan OneOf bersama dengan eksekutif media digital, Joshua James dan pengusaha teknologi, Lin Dai, yang juga akan menjabat sebagai CEO OneOf.

Perusahaan yang telah berjalan selama sekitar dua tahun, baru-baru ini mengumpulkan US$63 juta dari putaran awal pendanaan, dengan merangkul sejumlah investor teknologi termasuk co-founder 88rising Jason Ma dan Bill Tai, salah satu investor paling awal di Zoom. Tai juga merupakan investor awal di Dapper Labs, yang menciptakan CryptoKitties.

CEO OneOf, Lin Dai, mengatakan, saat ini navigasi NFT dinilai masih kurang ramah untuk anak-anak dan remaja meskipun kalangan ini memiliki minat yang cukup tinggi terhadap dunia digital dan seni.

Dalam memenuhi kebutuhan kalangan ini, platform OneOf pun hadir dan menerima kartu kredit untuk pembelian NFT. Penerimaan kartu kredit ini akan memudahkan berbagai kalangan termasuk anak remaja yang ingin membeli NFT.

“Selain itu, OneOf pun menghadirkan NFT yang bisa dibeli dengan harga yang murah dibandingkan platform lainnya, serta menyediakan opsi pembelian NFT dengan harga US$10 atau US$25. Harga ini tentu masih tergolong terjangkau bagi kalangan remaja,” kata Dai melalui keterangan resminya, Jumat (18/6/2021).

Menurut Dai, OneOf tidak akan berjalan di blockchain Ethereum, sehingga platform tersebut tidak memerlukan biaya pencetakan, yang mereka yakini sebagai komitmen yang mengutamakan industri.

“Sebaliknya, OneOf akan berjalan di jaringan Tezos. Tim Dapper Labs sampai pada kesimpulan bahwa Ethereum tidak dapat mengukur dan mendukung NFT,” paparnya.

OneOf juga percaya hubungannya dengan Tezos akan memenangkan hati para selebritas yang skeptis dengan fungsinya yang lebih ramah lingkungan.

“Satu atau dua tahun yang lalu, kami menjalankan perhitungan dan melihat bahwa konsumsi daya Ethereum akan menjadi astronomis, saya lebih suka memberdayakan artis di penggemar dengan cara yang bertanggung jawab (menggunakan Tezos),” kata Dai.

Presiden Quincy Jones Productions, Adam Fell,menambahkan, OneOf masih akan menawarkan token sesuai tingkatannya, mulai dari berlian, platinum dan gold, dengan tingkat harga yang lebih rendag dari platform lainnya.

“Alasannya, kami memiliki kemampuan untuk tidak membebankan biaya mining atau biaya gas kepada artis, para artis dapat menjual NFT dengan harga berapa pun. Tidak masalah jika artis menjual satu NFT seharga US$ 1 juta atau satu juta NFT seharga US$ 1,” kata Fell.

Tezos juga menggunakan konsensus yang unik yakni liquid proof of stake dan diklaim lebih efisien untuk keberadaan NFT.

OneOf berjanji untuk menyumbangkan lima persen dari pendapatan platformnya dari setiap penjualan ke badan amal pilihan artis atau mitra yang fokus kepada masalah lingkungan.

“Kami tahu ada banyak seniman yang tidak akan mengadopsi platform kecuali jika sadar lingkungan. Solusi ini membuat para seniman sangat bersemangat,” kata Fell.

No More Posts Available.

No more pages to load.