Nilai Bitcoin jatuh lebih dari 10%,setelah Tiongkok memperluas tindakan keras atas industri penambangan besar-besaran cryptocurrency

oleh -598 views

Nilai Bitcoin jatuh lebih dari 10% pada Senin (21/6/2021) setelah Tiongkok memperluas tindakan keras atas industri penambangan besar-besaran cryptocurrency, dengan larangan tambang di provinsi barat daya utama.

Tambang Tiongkok menggerakkan hampir 80% perdagangan global dalam cryptocurrency, meskipun ada larangan perdagangan domestik sejak 2017.

Tetapi dalam beberapa bulan terakhir sejumlah provinsi telah memerintahkan penutupan tambang karena pemerintah Tiongkok mengalihkan perhatiannya ke industri tersebut.

Pihak berwenang di Provinsi Sichuan memerintahkan penutupan 26 tambang minggu lalu, menurut sebuah pemberitahuan yang beredar luas di media sosial Tiongkok. Hal ini dikonfirmasi oleh seorang mantan penambang bitcoin.

Harga bitcoin kemudian merosot ke level US$ 32.309. Unit tersebut telah terpukul parah dalam beberapa minggu terakhir, setelah memukul rekor mendekati US$ 65.000 pada April, sebagian penurunan disebabkan tindakan keras pemerintah Tiongkok.

Pemberitahuan tersebut dilaporkan menginstruksikan perusahaan listrik untuk berhenti memasok listrik ke semua tambang cryptocurrency pada Minggu (20/6).

Pihaknya berjanji akan melakukan “pembersihan total” dan memerintahkan pemerintah daerah melakukan sistem “penyelidikan gaya jaring” untuk menemukan dan menutup tambang kripto yang dicurigai.

Provinsi tersebut merupakan salah satu basis pertambangan terbesar di Tiongkok.

Seorang mantan penambang cryptocurrency mengatakan kepada AFP, mereka telah “menutup semuanya” sesuai dengan persyaratan beberapa hari terakhir.

“Ada kelompok kerja yang datang untuk memeriksa … memastikan kami menutup operasi dan menyingkirkan mesin-mesin,” ujarnya, Senin (21/6/2021).

Sichuan, wilayah pegunungan di barat daya Tiongkok, adalah rumah bagi sejumlah besar tambang cryptocurrency. Tambang membutuhkan sejumlah besar energi yang dipasok oleh pembangkit listrik tenaga air yang murah dan melimpah di provinsi tersebut.

Menurut sebuah laporan di tabloid pemerintah Global Times, penutupan tambang di provinsi tersebut telah mengakibatkan penutupan lebih dari 90% kapasitas penambangan bitcoin negara itu.

Pada Senin, bank sentral Tiongkok menambahkan bahwa mereka baru-baru ini memanggil bank dan lembaga pembayaran, terkait penyediaan layanan untuk transaksi dan spekulasi mata uang virtual. Beberapa lembaga yang dipanggil, di antaranya Bank Industri dan Komersial Tiongkok (ICBC), Agricultural Bank of China and AliPay (China) Internet Technology.

Bank sentral Tiongkok (PBoC) mengatakan kegiatan transaksi mata uang virtual “mengganggu ekonomi normal dan tatanan keuangan, serta berisiko berkembang biak dari transfer aset lintas batas ilegal. Pihaknya menambahkan, lembaga harus memotong penghubung yang memfasilitasi mereka.

Pemerintah Tiongkok telah menambah tekanan pada para penambang cryptocurrency untuk mengeliminasi risiko keuangan dari spekulasi, meskipun kekhawatiran lingkungan tentang tambang yang menghabiskan gas juga menjadi faktor.

Media Tiongkok melaporkan pasokan listrik ke semua tambang kripto di seluruh provinsi dihentikan pada Minggu tengah malam, ketika topik tersebut trending di media sosial.

Sichuan adalah wilayah pertambangan paling intensif kedua di Tiongkok setelah Xinjiang di barat laut negara itu, menurut Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin (BECI) Universitas Cambridge.

Semua tambang kripto di wilayah Mongolia Dalam yang jarang penduduknya tetapi kaya akan batubara dan tenaga air, serta tambang di Qinghai juga diperintahkan untuk ditutup dalam beberapa bulan terakhir. Warga setempat didorong untuk melaporkan tambang ilegal.

Bulan lalu, nilai bitcoin turun setelah tiga badan industri keuangan Tiongkok menegaskan kembali larangan agar lembaga keuangan tidak menawarkan layanan cryptocurrency. Peringatan dikaitkan dengan spekulasi berisiko oleh trader.

Tiongkok berada di tengah-tengah tindakan keras regulasi yang luas terhadap sektor fintech. Pemain terbesarnya, termasuk Alibaba dan Tencent, telah terkena denda besar setelah dinyatakan bersalah melakukan praktek monopoli.

No More Posts Available.

No more pages to load.