Nyaris 40% penduduk di Singapura adalah kaum migran atau lebih dari 10 kali lipat

0 41

Gol dari Roberto Firmino di pengujung pertandingan membawa Liverpool menang, 2-1

Nyaris 40% penduduk di Singapura adalah kaum migran atau lebih dari 10 kali lipat dari tingkat rata-rata di dunia, menurut data yang dirilis PBB belum lama ini.

Dari angka tersebut, sekitar 1 juta adalah pendatang asal Malaysia, sementara warga Tiongkok mencapai hampir 400.000 orang. Lima besar negara asal migran di Singapura juga mencakup Indonesia, India, dan Pakistan.

Kelompok migran ini termasuk kategori permanent residents, pemegang kartu kerja dan keluarga mereka, dan pemegang paspor baru.

Data International Migrant Stock 2019 dari PBB menunjukkan persentase kaum migran di Singapura melonjak tiga kali lipat dalam tiga dekade terakhir dengan peningkatan pertumbuhan dari 24% (727.000 migran) dari populasi pada 1990 menjadi 37% (2,15 juta migran) pada 2019.

Menurut PBB, tiga besar pemasok pendatang di Singapura adalah Malaysia, Tiongkok, dan Indonesia. Angka pendatang dari Indonesia, India, dan Pakistan masing-masing di bawah 200.000 orang.

Menurut data tersebut, 60% warga migran adalah perempuan dan mayoritas migran berusia antara 20 dan 64 tahun. Tidak ada satu pun yang berstatus pengungsi.

Malaysia mendominasi warga migran dengan dengan 44%, disusul Tiongkok 18% dan Indonesia 6,4%.

Dalam laporan bertajuk World Migration Report 2020, PBB mengatakan kemajuan ekonomi Singapura menjadikannya sebagai negara tujuan para migran, dan bahwa para pekerja migran adalah bagian integral dari ekonomi negara tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ