Olahraga adalah aktivitas yang menyatukan jiwa. Mampu mendorong puluhan ribu warga pada satu event yang penuh rasa gembira

0 64

dnewsmedcenter – Olahraga adalah aktivitas yang menyatukan jiwa. Mampu mendorong puluhan ribu warga pada satu event yang penuh rasa gembira. Demikian kesan dari ajang MXGP of Asia di Semarang, 12-14 Juli 2019 yang baru berlalu. Diperkirakan pengunjung mencapai angka 100.000 orang pada ajang motocross yang disiarkan ke 140 negara ini.

Acara ini terselenggara sebagai hasil kerja sama Youthstream (pemilik Lisensi MXGP), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, IMI (Ikatan Motor Indonesia) dan Lightning Production. Lightning Production sendiri dikenal sebagai event organizer kelas atas di Indonesia untuk ajang balap motor.

Salah satu mitra penyelenggara adalah kampus InterStudi Jakarta. Logo kampus yang di dalamnya ada Sekolah Tinggi Komunikasi, Sekolah Tinggi Desain dan Akademi Sekretaris ini terlihat menyolok pada jersey yang dikenakan para pembalap bertaraf internasional di sana.

Perwakilan dari Lightning Production, Mahrani, mengatakan, pihaknya sebagai penyelenggara, mengundang InterStudi untuk bermitra.

“Kemitraan ini tak lepas dari keinginan untuk mensosialisasikan olahraga motor di kalangan kampus dan milenial,” ujar Mahrani.

Sambung Mahrani, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di mata dunia, ada dua hal yang jadi andalan. Pertama keindahan alam dan kedua adalah event olahraga.

“Untuk itu, Lightning Production menggandeng pihak kampus terlibat dalam ajang bergengsi bertaraf internasional ini,” tandas Mahrani.

Head of Partnership and Entrepreneurship Yayasan InterStudi, Guntur F Prisanto, mengatakan, kemitraan yang ditawarkan oleh Lightning Production adalah peluang emas. Pihaknya memandang, sosialisasi event olahraga adalah peluang untuk mempromosikan semangat sportivitas dan kompetisi di kalangan mahasiswa.

“Ajang MXGP ini sungguh membanggakan bagi Indonesia. Apalagi sirkuit di Semarang adalah salah satu sirkuit MXGP terbaik di dunia. Dari sisi pariwisata pun sangat terbantu karena banyak sekali pembalap asing yang datang ke Indonesia bisa melihat langsung alam Indonesia yang indah juga keramahan orang Indonesia,” jelas Guntur.

Profesor yang sehari-harinya merupakan dosen Ilmu Filsafat dan Etika Komunikasi di Kampus InterStudy Jakarta ini menambahkan, pembalap internasional yang tampil dengan jersey InterStudi, Tanel Leok dari Estonia, juga masuk dalam 10 besar ajang balap motor bergengsi ini. Hal ini, kata Guntur, membuat pihaknya ikut merasa bangga sebagaa bagian dari ajang balap internasional ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ