Ole Gunnar Solskjaer menegaskan Manchester United belum memegang tiket final Liga Europa meski sudah menang 6-2

oleh -561 views

Ole Gunnar Solskjaer menegaskan Manchester United belum memegang tiket final Liga Europa meski sudah menang 6-2 atas AS Roma di leg pertama. Dia pun mengungkapkan kehebatan Roma yang pernah mengalahkan Barcelona setelah tertinggal 1-4.

Manchester United akan melakoni pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa dengan bertandang ke markas Roma. Partai ini akan digelar di Stadion Olimpico, Kamis (6/5/2021) atau Jumat dini hari WIB.

“Kami tidak akan bermain berdasarkan hasil, kami akan bermain untuk memenangkan pertandingan itu,” tegas Solskjaer dalam konferensi persnya.

“Itulah satu-satunya cara. Saya pikir kami bisa memainkan permainan ini. Tentu saja mungkin ada satu atau dua perubahan dalam pemilihan pemain, tetapi kami harus melaju ke final,” imbuhnya.

“Semua orang mengatakan itu sudah selesai tetapi saya telah melihat kekecewaan yang lebih besar dari ini. Roma mengalahkan Barcelona di leg kedua setelah tertinggal 1-4,” tutur pelatih yang menangani Manchester United sejak 2018 ini.

Roma dihancurkan oleh cedera dan kehilangan tiga pemain dalam 37 menit di pertandingan pertama. Sedangkan Manchester United terus maju.

“Kami memiliki staf kebugaran yang hebat. Ini proses sejak kami masuk. Kami membawa beberapa staf muda ketika saya datang,” paparnya.

“Kami membawa kekuatan. Tim Man United yang menang memiliki pemain yang dapat memainkan 40, 50 pertandingan per musim dengan standar yang tinggi,” ungkapnya.

“Itulah gaya hidup, ini pelatihan. Ini tentang kapan Anda tidak bermain, untuk mendapatkan kebugaran yang lengkap.”

Beberapa hari terakhir ini kabar Manchester United didominasi oleh protes penggemar yang berubah menjadi kekerasan. Pendukung Setan Merah memaksa masuk ke Old Trafford dan memaksa pertandingan hari Minggu dengan Liverpool ditunda.

Mereka melanjutkan protes terhadap pemilik klub, Glazers, dan komitmen mereka terhadap Liga Super Eropa.

“Tentu saja fokus saya harus pada hasil,” lanjut Solskjaer.

“Namun Anda tidak harus menjadi ilmuwan roket untuk melihat kami memiliki tantangan yang harus dihadapi. Orang-orang lain telah mulai berkomunikasi dengan kelompok penggemar, yang akan menjadi hal besar bagi kami di masa mendatang,” imbuhnya.

“Saya akan sedih jika semua kerja bagus yang dilakukan para pemain terganggu. Fokus kami adalah bermain bagus dan mencapai final sekarang. Itu adalah hari yang sulit bagi kami. Tentu saja kami ingin bermain, untuk mengalahkan Liverpool demi tim, demi penggemar,” papar pelatih berusia 48 tahun ini.

“Tugas kami adalah mendapatkan hasil yang bagus di lapangan. Namun seperti yang saya katakan sebelum pertandingan, kami harus mendengarkan, mendengarkan suara fan,” ujarnya.

“Itu hak setiap orang untuk memprotes tetapi itu harus dengan cara yang beradab. Namun sayangnya ketika Anda memaksa masuk ke stadion, ketika petugas polisi terluka seumur hidup, itu langkah yang terlalu jauh,” papar Solskjaer.

“Kalau begitu, ini masalah polisi, ini bukan tentang menunjukkan pendapatmu lagi.”

 

No More Posts Available.

No more pages to load.