Ono Surono,Terpilih Menahkodai Partai Berlambang Moncong Putih Jawa Barat

oleh -40 Dilihat

dnewsradio.com – DPD PDI Perjuangan Propinsi Jawa Barat menyelenggarakan konferensi daerah (Konferda) dengan salah satu agendanya adalah pemilihan ketua yang baru. Sebab Ketua DPD saat ini Mayjen (Purn) TNI Tubagus (Tb) Hasanuddin mendapatkan penugasan baru.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri mengucapkan terima kasih kepada kader partai di Jawa Barat atas kerja keras di Pemilu 2019 lalu, terutama terhadap Hasanuddin.

“Ibu Ketua Umum mengucapkan terima kasih, terutama kepada Kang Tb Hasanuddin,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang mewakili Megawati hadir di Konferda, Sabtu (27/7/2019).
Acara itu sendiri berlangsung di aula Hotel Grand Asrilia, Bandung. Hadir semua pengurus cabang PDIP di Jawa Barat. Dari unsur DPP PDIP, hadir Wasekjen Utut Adianto, Ketua DPP Andreas Hugo Pareira, Nusyirwan Sudjono, dan Sukur Nababan.
Hasto sempat menyampaikan cerita soal bagaimana Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, saat menjadi presiden kelima RI , mengangkat Hasanuddin sebagai Sekretaris Militer. Saat itu, banyak yang memperingatkan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri agar tak menunjuknya karena dikenal sebagai “orangnya Habibie”.
Namun Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri dengan tegas menyatakan bahwa seorang sesmil haruslah memiliki pengetahuan, bukan hanya soal militer, namun juga penataan bidang pertahanan dan keamanan. Masalah latar belakang Hasanuddin, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tak melihat seseorang itu dari siapa di belakangnya, tapi komitmen akan ke-Indonesiaan. “Dan, akhirnya Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri tetap menunjuk Kang Hasanuddin yang terbukti kualitas loyalitas dan kedisplinannya,” ujar Hasto.
“Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri selalu melihat dengan jernih. Maka beliau (Tb Hasanuddin, red), oleh Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri akan mendapatkan penugasan yang lain. Langkah-langkah regenerasi sudah disiapkan dengan baik,” ujarnya.
Hasto pun meminta agar kepemimpinan DPD PDIP Jabar berikutnya bisa meneruskan kedisplinan serta kepemimpinan partai yang sudah dirintis oleh Hasanuddin.
“Selamat berkonferda, kita siapkan program partai terbaik, mengakar, menyatu dengan seluruh pergerakan partai, baru kita bicara komposisi struktur. Maka mari jalankan dengan cara berkeadaban dan cara demokrasi Pancasila,” kata Hasto.
Sementara itu, dalam pidatonya di hadapan peserta konferda, Hasanuddin menceritakan dirinya yang ditugaskan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri untuk memimpin partai di Jabar sejak 2014. Berbagai pengalaman sudah dijalani, sejak Pemilu 2014, Pemilu 2019, dan berbagai pilkada di Jabar.
Dia pun berterima kasih kepada kader partai yang sudah berjuang mati-matian di pemilu lalu. Di tengah kuatnya tekanan dari parpol pesaing, saat ini PDIP harus rela kehilangan kursi Ketua DPRD di 10 kabupaten/kota.
“Ini tentu harus jadi pemikiran nanti oleh sahabat-sahabat, saudara-saudara semua, termasuk oleh saya, bahwa Jabar itu memiliki situasi yang memang sedikit crowded, ruwet,” kata Hasanuddin.
“Saya mohon, saya bertanggung jawab atas kekalahan dan kemenangan di Jabar. Jadi nanti tidak ada yang saling menyalahkan, saya lahir batin bertanggung jawab atas kekalahan,” tambahnya.
Hasanuddin meminta agar para kader PDIP di Jabar tetap menjaga loyalitasnya dan saling bisa menerima di antara satu dengan yang lain, apapun kelebihan maupun kekurangannya.
“Selesai konferda ini, mari kita jaga persatuan kesatuan dan loyalitas. Tugas kita adalah setelah terjadi ini, kita bergerak memenangkan PDI Perjuangan di Jawa Barat.”
“Mohon doa restu di manapun saya diperintahkan oleh Ibu Ketua Umum. Jadi atau tidaknya apapun, saya akan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari saudara-saudara,” tandasnya

Ono Surono, ST akhirnya didaulat memegang cempurit atau memimpin PDI-Perjuangan Jawa Barat yang sebelumnya dipimpin Mayjen (Purn) TNI Tubagus Hasanuddin. Dengan begitu, DPD PDI Perjuangan (PDI-P) Propinsi Jawa Barat memiliki nakhoda baru.

Ono Surono, yang juga anggota DPR RI duduk di Komisi IV membidangi masalah pertanian, perikanan, dan peternakan. Ono menjadi Ketua DPD, dengan I Ketut Sustiawan dan Ineu Purwadewi Sundari sebagai bendahara.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya berharap tiga sosok pimpinan baru itu akan membawa angin segar, sekaligus mampu menggerakkan mesin partai sehingga semakin disukai dan dikenal masyarakat Jawa Barat.

“Semoga susunan DPD PDIP Jawa Barat periode 2019-2024 mampu mengemban amanah ini. Semua bekerja dengan sepenuh hati, mencintai partai, dan menggalang rakyat dengan penuh semangat. DPP Partai meminta agar seluruh kader partai menggelorakan kembali kebudayaan nasional Indonesia,” ujar Hasto Kristiyanto usai menghadiri Konferda DPD PDIP Jawa Barat di Bandung, Sabtu (27/7/2019).

Hasto menjelaskan makna besar Jawa Barat dalam Pemilu dan Pilpres. Kata dia, Jawa Barat, khususnya ibu kota Bandung, adalah tempat persemaian ideologi nasionalisme. Bung Karno berdialog dengan Pak Marhaen di Bandung Selatan.
“Dan di sana, gelora pidato Indonesia Menggugat mengguncang seluruh dunia sebagai semangat pembebasan bangsa-bangsa tertindas akibat kolonialisme dan imperialisme,” ujar Hasto penuh semangat.

Maka itu, pengurus baru partai di Jabar harus mengonsolidasikan seluruh jajaran struktural partai guna menghadapi pilkada serentak 2020 dan pada saat yang sama mempersiapkan diri menghadapi kontestasi Pileg dan Pilpres 2024 mendatang.
Hasto juga mengingatkan bahwa kepercayaan rakyat melalui kemenangan PDI Perjuangan di dua kali pemilu berturut-turut adalah tanggung jawab bagi masa depan bangsa dan negara.

“Partai harus memperhatikan pentingnya pengelolaan lingkungan; pentingnya pengembalian Sungai Citarum yang bersih, penuh dengan pepohonan menghijau, karena sungai adalah jalan sejarah peradaban,” tambahnya.
Lebih lanjut Hasto memperkenalkan Sofia Yulinar, menantu dari Acil Bimbo, yang ditugaskan sebagai wakil ketua bidang seni budaya. Sofia juga sekaligus bergerak aktif di dalam upaya penyelamatan sungai Citarum.
Pleno personalia baru itu, dipimpin oleh Jeje Wiradinata, Maman Yudia dan Karna Sobahi dari tiga kabupaten dengan perolehan terbesar suara di Jawa Barat. Yakni Pangandaran, Subang, dan Majalengka. Hadir pula sejumlah pengurus pusat partai yakni Wasekjen Utut Adianto, Ketua DPP Andreas Hugo Pareira, Nusyirwan Sudjono, dan Sukur Nababan.

Sesuai dengan agendanya, dalam Konferensi Daerah (Konferda) V PDIP Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Grand Asrillia Hotel Kota Bandung sore ini, DPP PDIP membacakan dan menetapkan struktur pimpinan DPD PDIP Jawa Barat yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara.

Konferda kemudian dinyatakan tertutup untuk umum setelah seremonial pembukaan dilaksanakan. Pada saat tersebut, dibacakan keputusan DPP terkait struktur pimpinan DPD PDIP Jabar untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Usai ditetapkan sebagai struktur pimpinan DPD PDIP Jabar, kemudian memimpin rapat internal untuk menentukan struktur kepengurusan DPD PDIP Jabar yang akan dinahkodainya.

Rapat tersebut dilakukan bersama dengan struktur pimpinan yang terdiri Ketut Sustiawan dan Ineu Purwadewi Sundari serta perwakilan DPC yang memperoleh suara partai terbanyak dalam pemilu.

Berikut daftar nama pengurus DPD
PDI PERJUANGAN Jawa Barat :
1. H. Nemo
2. Tomas Kum
3. Abdi Yoehana
4. Mochtar Muhammad
5. Apriyanto Wijaya
6. Edi Suritno
7. Mathius M
8. Dr. Rini Khaerulnisa
9. Ijah Hartini
10. H. Toto Suripto
11. Bambang
12. Muh Zaenudin
13. Nurrafidah
14. Gatot Tjahyono
15. Sofiah Numinar
16. Asyanti
17. Bertamustik.
Wakil sekretairis internal
Yunandar eka
External
Bedi budiman
Bendahara
Hj Niah. (Boni A.)

No More Posts Available.

No more pages to load.