Ons Jabeur menjadi wanita Arab pertama yang mencapai babak perempat final turnamen Wimbledon

oleh -821 views

Ons Jabeur menjadi wanita Arab pertama yang mencapai babak perempat final turnamen Wimbledon. Petenis Tunisia ini mengandaskan petenis peringkat ke-7 sekaligus juara Prancis Terbuka 2020, Iga Swiatek, 7-5, 6-2, 6-2, Senin (5/7/2021).

Di perempat final Jabeur yang kini menempati ranking 21 dunia ini akan menghadapi petenis Belarusia, Aryna Sabalenka.

Dalam sepekan terakhir Jabeur menampilkan permainan mempesona dengan kejeniusan drop shot, pukulan forehand yang kuat, tipu daya dan daya tahan berlebih sehingga mengundang apresiasi penonton Wimbledon.

Di perempat final Jabeur yang kini menempati ranking 21 dunia ini akan menghadapi petenis Belarusia, Aryna Sabalenka.

Dalam sepekan terakhir Jabeur menampilkan permainan mempesona dengan kejeniusan drop shot, pukulan forehand yang kuat, tipu daya dan daya tahan berlebih sehingga mengundang apresiasi penonton Wimbledon.

Sebelum bertemu Iga Swiatek, Jabeur menjadi wanita Arab pertama yang mencapai babak keempat di Wimbledon.

Jabeur bulan lalu juga tercatat sebagai wanita Arab pertama yang memenangkan gelar WTA yakni ketika mengalahkan Daria Kasatkina di final Birmingham Classic.

Catatan lain, ia adalah pemain Arab pertama yang meraih Grand Slam junior sejak 1964 di Roland Garros atau Prancis Terbuka 2011.

Perjalanan di Wimbledon 2021 ini, Jabeur mengandaskan petenis gaek Venus Williams di putaran kedua.

“Yang saya ingin katakan mengenai Ons Jabeur, ia adalah salah satu orang favorit saya dalam tur ini, sejujurnya dia baru saja mendobrak rintangan. Anda akan melihat seluruh generasi wanita lain dari Afrika Utara datang ke dunia tenis. Semuanya akan berutang padanya,” kata Venus sebelum bertanding seperti dikutip Sky Sport.

Petenis bertinggi badan 167 cm ini mengalahkan Venus, yang yang lebih tinggi 18 cm darinya, dengan 7-5, 6-0.

Setelah itu Jabeur mengalahkan petenis Spanyol juara Wimbledon 2017, Garbine Muguruza dengan 5-7, 6-3, 6-2.

“Itu sangat berarti. Terutama begitu banyak orang Arab yang menonton dan mendukung saya. Saya telah menerima banyak pesan dari orang yang berbeda. Ini luar biasa. Tapi saya tidak ingin perjalanan ini berhenti di sini. Saya ingin ini berlanjut,” kata Jabeur setelah menang dari Muguruza.

“Maksud saya, semoga siapa pun yang menonton, saya berharap banyak generasi muda yang menonton, dan saya bisa menginspirasi mereka. Semoga suatu hari nanti saya bisa bermain dengan banyak pemain (dari Arab) di sebelah saya,” kata wanita kelahiran Ksar El Hellar, Tunisia, 28 Agustus 1994 ini.

Awal minggu ini Jabeur berbicara tentang keinginannya untuk suatu hari melihat kelompok wanita seperti Tunisia, Mesir dan Maroko bersaing seperti yang terlihat dengan negara-negara seperti Perancis, Amerika, Australia dan sebagainya.

Ia mengakui tidak mudah menjadi satu-satunya orang Arab dalam turnamen.

Pada 2017, ia menjadi wanita Arab kedua dan pertama dalam 15 tahun yang menembus 100 besar dunia dan sejak itu menjadi pemain Arab berperingkat tertinggi dalam sejarah WTA.

Sebelum Jabeur petenis sesama Tunisia Selima Sfar menjadi satu-satunya wanita Arab untuk peringkat di dalam 100 besar, mencapai karier tertinggi di ranking 75 pada tahun 2001 dan muncul di babak kedua di tiga dari empat Grand Slam serta bersaing di Olimpiade pada dua kesempatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.