Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi Sinopharm dari Tiongkok

oleh -527 views

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi Sinopharm dari Tiongkok, Jumat ((7/5/2021), dan akan membuat keputusan tentang vaksin Sinovac beberapa hari lagi.

Dengan demikian, Sinopharm menjadi satu-satunya vaksin yang tidak dibuat oleh negara-negara Barat yang mendapat dukungan WHO, sehingga bisa didistribusikan melalui jalur multilateral yang disebut sebagai Covax.

Sebelumnya, WHO baru menyetujui vaksin buatan Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna.

Namun, sejumlah negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin sudah lebih dulu menyetujui suntikan vaksin dari Tiongkok.

Indonesia adalah salah satunya, dan merupakan salah satu pengguna terbesar vaksin Sinovac di luar Tiongkok.

Di Brasil, uji klinis Sinovac menunjukkan tingkat efikasi 50,4%, hanya sedikit saja di atas batas yang disetujui WHO yaitu 50%. Di Indonesia dan Turki, efikasi Sinovac lebih tinggi lagi.

Untuk Sinopharm, WHO memberi persetujuan karena “memiliki potensi untuk mempercepat akses vaksin bagi negara-negara yang ingin memproteksi pekerja kesehatan dan populasi yang berisiko”.

WHO merekomendasikan dua dosis Sinopharm untuk orang berusia di atas 18 tahun.

Sinovac masih harus menunggu keputusan beberapa hari lagi, sementara vaksin Sputnik buatan Rusia masih diteliti.

Keputusan WHO ini penting karena bisa menjadi dasar setiap negara untuk menyatakan bahwa vaksin dimaksud aman dan efektif.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan keputusan tersebut akan memberi keyakinan bagi regulator di semua negara untuk memberikan persetujuan serupa.

Selain itu, Sinopharm bisa dilibatkan di program Covax, yang bertujuan memasok 2 miliar dosis vaksin Covid-19 ke negara-negara kurang mampu.

Keputusan WHO menjadi angin segar bagi Covax yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan, terutama setelah India menghentikan ekspor vaksin AstraZeneca yang diproduksi di sana.

Sejauh ini, Covax baru mengirim 50 juta dosis ke berbagai negara.

Di Asia, vaksin Sinovac yang menunggu persetujuan WHO sudah digunakan di Malaysia, Filipina, Thailand dan Pakistan, sementara di Amerika Latin vaksin ini dipesan oleh Brasil, Meksiko, Chile, Colombia, dan Ekuador. Di Eropa, pembeli Sinovac adalah Turki dan Ukraina, sementara di Afrika tercatat ada Zimbabwe, Somalia, Djibouti, Benin, dan Tunisia

Salah satu kelebihan vaksin-vaksin buatan Tiongkok adalah mereka bisa disimpan di suhu kulkas atau 2-8 derajat Celsius, seperti halnya vaksin AztraZeneca.

Metode pembuatan vaksin Sinovac dan Sinopharm berbeda dengan vaksin-vaksin lain yang digunakan sekarang ini.

Vaksin asal Tiongkok itu dibuat dengan cara lebih tradisionil, dengan menggunakan partikel virus yang sudah dimatikan untuk memicu sistem kekebalan terhadap virus tersebut tanpa menimbulkan risiko penyakit serius.

No More Posts Available.

No more pages to load.