Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyatakan tarif yang dikenakan Presiden AS Donald Trump

oleh -33 views

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyatakan tarif yang dikenakan Presiden AS Donald Trump atas barang-barang dari Tiongkok telah melanggar aturan perdagangan internasional.

Dalam pernyataannya Selasa (15/9/2020) waktu setempat, WTO memenangkan gugatan yang diajukan Tiongkok atas tarif senilai sekitar US$ 234 miliar pada 2018. Majelis di WTO mendapati bahwa tarif tersebut telah melanggar sejumlah aturan, salah satunya berbunyi bahwa setiap negara wajib menerapkan besaran tarif yang setara terhadap semua mitra dagangnya.

Namun, pada praktiknya keputusan WTO tersebut tidak banyak berdampak, karena jumlah anggota dewan banding WTO terlalu sedikit untuk bisa bekerja setelah Amerika Serikat menghalangi penunjukan anggota tambahan.

Trump telah menerapkan tarif atas impor dari Tiongkok untuk memaksa negara itu datang ke meja perundingan dan membahas soal pencurian hak cipta intelektual serta “pemaksaan” alih teknologi.

Awal tahun ini AS dan Tiongkok meraih sejumlah kesepakatan awal, tetapi sebagian besar tarif AS tetap berlaku.

Pemerintahan Trump dari dulu kerap mengkritik WTO karena dinilai kurang tegas terhadap Tiongkok.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengecam keputusan WTO tersebut, sembari mengatakan bahwa hal itu merupakan bukti ketidakefektifan WTO.

728×90 Leaderbord

“Meskipun majelis sidang tidak mempertanyakan begitu banyak bukti yang diajukan oleh Amerika Serikat terkait perncurian hak cipta intelektual oleh Tiongkok, keputusan yang diambil menunjukkan bahwa WTO tidak menggubris pelanggaran seperti itu,” kata Lighthizer dalam pernyataannya.

Tiongkok saat ini juga menerapkan tarif atas barang-barang dari AS, tetapi Amerika tidak mengajukan gugatan resmi.

Tarif perdagangan adalah salah satu senjata andalan Trump, yang dipakainya untuk melawan Kanada dan Meksiko selama perundingan untuk mengganti Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA (North American Free Trade Agreement).