Ormas GML Dukung LPKSM-GML Tolak Biaya Cek Saldo Dan Tarik Tunai Di ATM Link

oleh -379 views

(Dnewsradio) Pesawaran–Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Gema Masyarakat Lokal (DPP-LPKSM GML) menyikapi kesepakatan 4 Bank BUMN (BRI, BNI, BTN dan Bank Mandiri) yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) tentang pengenaan biaya transaksi Tarik tunai di ATM link

Disampaikan oleh Ketum DPP-LPKSM GML Saefunnaim dengan tegas bahwa pihaknya menyatakan sikap menolak pengenaan biaya cek saldo dan tarik tunai di ATM Link, mengingat dalam UU Perlindungan Konsumen telah di atur tentang larangan perubahan aturan secara sepihak oleh pelaku usaha yang di sebutkan dalam pasal 18 huruf G dan dalam surat edaran OJK RI No:13/SEOJK/07/2014 dan pelanggaran hal tersebut terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp.2 Milyar.

Untuk itu Ketum  DPP-LPKSM GML Saefunnaim meminta agar OJK RI, Menteri BUMN RI dan Komisioner Perlindungan Konsumen RI tidak tinggal diam akan penetapan biaya cek saldo dan tarik tunai tersebut.

“meskipun kebijakan tersebut di tetapkan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan nasabah BRI, BNI, BTN dan Bank Mandiri dalam bertransaksi jangan sampai pengenaan biaya tersebut jadi polemik baru di NKRI yang memberatkan nasabah yang kini tengah berada dalam kesulitan ekonomi akibat adanya pandemi COVID-19” jelas Kang Ayi.

Pernyataan sikap Ketum DPP – LPKSM GML Saefunnaim atau biasa di panggil kang ayi’ mendapat dukungan dari Ketum Dewan Pimpinan Pusat Gema Masyarakat Lokal(DPP-GML) Indonesia Rizal Anwar

” mengingat semangat kehadiran awal ATM Link milik Bank – Bank BUMN awalnya untuk efesiensi yang mempermudah transaksi antar bank BUMN. Salah satunya dalam hal cek saldo dan tarik tunai bagi semua nasabahnya ” kata Rizal

Rizal Anwar juga mengingatkan bahwasanya ATM Link di launcing pada 21/12/2015 dalam rangka untuk menghemat biaya perawatan dengan potensi penghematan Rp.6,8T/tahun, Bisa memangkas biaya transaksi ATM Rp.7,3T/Tahun dan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya pendirian ATM yang biaya per unit Rp.100jt serta dapat memberikan dampak efesiensi capital expenditure (CAPEX) dengan adanya ATM Link,

” saya menghimbau sebaiknya Bank BUMN yang tergabung dalam Himbara fokus pada program Penyelamatan Ekonomi Nasional dengan mendistribusikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa anggunan Rp.100 juta dengan bunga 3% dan Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Eksport (Kurbe) untuk individu, UMKM, Koperasi dan perusahaan sebesar Rp.50 M s/d Rp.500 M dengan bunga rendah karena mengenakan biaya cek saldo dan tarik tunai pada saat belum tepat ” tandas Rizal. (Zohir)

No More Posts Available.

No more pages to load.