Pada Desember 2020, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 16,54 miliar atau meningkat 8,39%

oleh -308 views

Pada Desember 2020, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 16,54 miliar atau meningkat 8,39% dibanding ekspor November 2020. Demikian juga dibanding Desember 2019 meningkat 14,63%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyampaikan, ekspor Desember sebesar US$ 16,54 miliar ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2020, bahkan tertinggi sejak Desember 2013.

“Nilai ekspor bulanan di Desember 2020 ini adalah yang tertinggi sejak bulan Desember 2013, yang pada waktu itu ekspornya adalah sebesar US$ 16,97 miliar,” kata Suhariyanto dalam pemaparan kinerja ekspor-impor Desember 2020, Jumat (15/1/2021).

Suhariyanto memaparkan, peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2020 terhadap November 2020 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 264,2 juta (11,23 %), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$ 77,7 juta (6,06%).

Ekspor nonmigas Desember 2020 terbesar ke Tiongkok yaitu US$ 3,32 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,87 miliar dan Jepang US$ 1,25 miliar. Kontribusi ketiganya mencapai 41,50%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 1,27 miliar.

Sedangkan untuk kinerja impor, selama Desember 2020 mencapai US$ 14,44 miliar atau naik 14,00% dibandingkan November 2020. Sementara jika dibandingkan Desember 2019 turun 0,47%

Peningkatan impor nonmigas terbesar Desember 2020 dibandingkan November 2020 adalah golongan mesin dan peralatan mekanis senilai US$ 240,0 juta (12,48%), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan logam mulia dan perhiasan/permata senilai US$ 146,9 juta (39,68%)

728×90 Leaderbord

Dengan nilai ekspor dan impor tersebut, maka neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2020 mengalami surplus US$ 2,10 miliar. Sedangkan sepanjang 2020, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 21,74 miliar.