Pakar keamanan Kaspersky Roman Dedenok membagikan lima tanda umum penipuan online

oleh -295 Dilihat

Seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam keseharian, kejahatan di dunia maya juga kian marak. Tidak seorang pun baik itu gamer, investor cryptocurrency, atau pembelanja online yang bebas dari ancaman para scammers atau penipu.

Pakar keamanan Kaspersky Roman Dedenok membagikan lima tanda umum penipuan online untuk membantu setiap orang lebih waspada dan terhindar dari bahaya.

1. Menawarkan hadiah menarik hingga rasa takut
Scammers sering memanfaatkan perasaan kritikal dalam diri manusia seperti keserakahan atau ketakutan. Skema pertama, mereka biasanya menjanjikan calon korban hadiah luar biasa. Skema kedua, melibatkan intimidasi, seperti ancaman untuk mengirim video korban yang menonton film porno ke seluruh kontak atau merusak reputasi situs web perusahaan mereka.

Dalam kedua kasus tersebut, para pelaku kejahatan siber mencoba untuk memangkas kemampuan korban mereka untuk merespons secara rasional. Jika setelah membaca email semacam itu, Anda merasa ingin melakukan persis seperti yang diminta pengirim (mengikuti tautan, mengirim uang, menelepon nomor, dan lain-lain), itu sebenarnya adalah tanda peringatan. Kaspersky menyarankan Anda membaca kembali pesan tersebut dengan seksama.

2. Waktu yang sangat sempit
Jika situasi yang melibatkan emosi dapat menyebabkan orang kehilangan daya berpikir kritis, maka rasa “terburu-buru” juga demikian. Scammers juga mengeksploitasi perasaan tersebut, misalnya dengan menetapkan tenggat waktu yang ketat.

Jika sebuah pesan mengatakan Anda hanya memiliki beberapa hari, jam, atau bahkan menit untuk mengklaim hadiah atau pembelian barang sebelum terjual habis, itu mungkin penipuan.

3. Desain yang amatir
Kesalahan yang jelas dalam sebuah pesan adalah tanda bahaya lainnya. Beberapa mungkin menunjukkan salah eja atau penggantian huruf dengan nomor yang tampak serupa.

4. Mencari database
Ketika calon korban mengunjungi situs web penipuan dari email atau pesan obrolan, penipu biasanya mencoba menarik mereka melalui serangkaian tugas sederhana. Mereka mungkin melibatkan survei singkat atau memilih sejumlah kotak yang diduga berisi hadiah.

Cukup sering, para penipu online ini akan memperlihatkan animasi yang diduga menunjukkan pencarian basis data untuk status pemenang hadiah mereka dan meminta korban untuk mengisi formulir. Terkadang para korban juga diundang untuk membaca ulasan atau komentar palsu dari “pemenang sebelumnya”.

5. Meminta sedikit biaya di awal
Trik favorit lainnya setelah menggaet korban adalah meminta sedikit biaya. Para penipu online ini biasanya akan meminta korban untuk melakukan transfer demi keperluan verifikasi kartu atau pembayaran pendaftaran di beberapa database. Tanpa itu, penipu bersikeras bahwa korban tidak dapat menerima hadiah yang dijanjikan.

Jumlah yang diminta biasanya cukup kecil dan tidak signifikan dan bahkan mungkin datang dengan jaminan pengembalian di kemudian hari. Biaya ini tentu saja adalah hal pertama yang dapat dicuri dari korban. Pada akhirnya tidak akan pernah ada hadiah, melainkan hanya kemungkinan kehilangan lebih banyak apabila korban membagikan detail kartu kredit dengan penipu.

No More Posts Available.

No more pages to load.