Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menduga Iran telah menyelundupkan senjata ke Yaman

oleh -59 Dilihat

Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menduga Iran telah menyelundupkan senjata ke Yaman. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (9/1/2022), surat kabar Wall Street Journal menyebut pakar mengatakan senjata yang disita di Laut Arab mengonfirmasi Teheran mengekspor senjata ke Yaman.

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan PBB menemukan ribuan senjata yang baru-baru ini disita di Laut Arab kemungkinan berasal dari satu pelabuhan di Iran. Penemuan itu menjadi bukti bahwa Teheran mengekspor senjata ke Yaman dan tempat lain.

Yaman telah dilanda perang sejak 2014, menjadi ladang konflik pemberontak Houthi yang didukung Iran melawan rezim internasionalpemerintah yang diakui dan kekuatan militer yang dipimpin Arab Saudi.

Mengutip laporan rahasia oleh panel pakar Dewan Keamanan PBB tentang Yaman, Journal pada Sabtu (8//1) menulis bahwa kapal dan transportasi darat digunakan untuk menyelundupkan senjata buatan Rusia, Tiongkok, dan Iran ke Yaman.

Senjata-senjata itu termasuk peluncur roket, senapan mesin dan senapan sniper, yang telah disita oleh Angkatan Laut AS dalam beberapa bulan terakhir.

“Campuran senjata menunjukkan pola pasokan yang sama, kemungkinan dari stok pemerintah, yang melibatkan dhow [perahu] di Laut Arab, yang mengangkut senjata ke Yaman dan Somalia,” kata laporan itu.

PBB memberlakukan embargo senjata terhadap Houthi pada tahun 2015.

Amerika Serikat serta sekutu Arab Saudi – yang memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman – telah lama menuduh Iran memasok senjata kepada Houthi, tuduhan yang dibantah oleh Teheran.

Pihak berwenang Iran tidak segera menanggapi laporan tersebut. Seorang pejabat Houthi di Yaman membantahnya, dan menyebut tuduhan penyelundupan senjata Iran sebagai “ilusi”.

“Pelabuhan dan bandara ditutup, jadi bagaimana dugaan senjata ini bisa sampai ke kita?” tanya Nasr al-Din Amir, wakil kepala kementerian informasi Houthi, seperti dikutip oleh Journal.

Menurut laporan PBB, kapal yang digunakan untuk mengangkut senjata berangkat dari pelabuhan Jask di Iran tenggara. Hal itu terungkap dari wawancara dengan awak kapal dan data dari instrumen navigasi di atas kapal.

Dalam beberapa bulan terakhir, pertempuran di Yaman telah membuat pasukan koalisi pimpinan Saudi melakukan serangan udara di ibu kota yang dikuasai pemberontak, Sanaa.

Riyadh menyatakan intervensi 2015 di Yaman ditujukan untuk mencegah sekutu Iran mengambil alih kekuasaan di depan pintunya.

PBB memperkirakan perang Yaman secara langsung atau tidak langsung menewaskan 377.000 orang. Lebih dari 80% dari populasi sekitar 30 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.