Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga kesahatan mental

oleh -206 views

Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga kesahatan mental. Beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan dengan video yang berisi ibu-ibu sedang meluapkan amarah di depan umum saat diminta putar balik untuk tidak berlibur. Video tersebut kini viral dan tersebar di Instagram dan Twitter.

Menurut Intan Erlita, selaku Psikolog, kondisi tertekan, kelelahan dan stres akibat situasi tak menentu dari pandemi Covid-19 disinyalir menjadi penyebab banyak orang yang mudah meluapkan amarah dan kesulitan mengontrol emosi.

“Pertama, karena semua orang berada di kondisi yang tertekan. Kedua, ketika mereka mengalami kondisi tertekan, mereka tidak tahu bagaimana cara mengelola rasa kecewa tersebut. Dan ketiga, lingkungan di sekitar yang tak mendukung menjadi pribadi yang positif. Contohnya, ketika mereka marah, lingkungan sekitarnya justru ngompor-ngomporin,” kata Intan Erlita.

Padahal menurut Intan, saat dalam kondisi amarah, seseorang tidak dapat mengontrol ucapan dan tindakan mereka. “Oleh karena itu jika kita sedang emosi baiknya kita menarik diri.” sambung dia.

Namun, memendam perasaan amarah juga tidak baik untuk kesehatan mental kita. Ada beberapa cara yang dibagikan Psikolog Chriss Gilbert untuk meluapkan amarah secara positif tanpa menyakiti diri sendiri dan orang lain. Berikut ini selengkapnya seperti yang dikutip dari Psychology Today.

1.   Olahraga

Olahraga dapat membantu menenangkan sarafmu dan mengurangi amarah. Pelajari cara bermain tenis, golf, tenis meja, bola voli dan lain-lain yang melibatkan aktivitas fisik.

Dapatkan sarung tangan tinju dan pukul karung tinju. Luapkan emosi dan bayangkan sesuatu yang memicu kemarahanmu. Kamu juga dapat pergi ke gym untuk sekadar berlari atau berenang.

2. Menulis jurnal

Ambilah buku jurnal dan pulpen. Kemudian tuliskan detail perasaanmu. Apa yang membuatmu marah dan mengapa kamu kecewa terhadapnya.

Dalam sebuah studi tahun 2005 oleh peneliti Australia, menemukan bahwa menulis jurnal secara ekspresif menyebabkan penurunan tekanan darah, meningkatkan fungsi sistem kekebalan, hingga memperbaiki suasana hati.

3.   Nyanyikan kemarahanmu

Dengarkan musik yang membawa kemarahan. Kamu juga dapat membuat skor dan lirik yang benar-benar sesuai dengan perasaanmu.

Meskipun kamu tidak tahu musik, apa yang akan kamu buat bisa jadi karya yang sangat indah. Gunakan suaramu atau alat musik apa pun yang membuatmu tertarik.

Ambil selembar kertas dan krayon warna-warni dan gambar atau cat apa pun yang terlintas dalam pikiran. Melukis memiliki manfaat untuk meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.

5.   Berlatih bersyukur

Luangkan waktu sejenak untuk fokus pada apa yang benar ketika segala sesuatunya terasa salah. Menyadari betapa banyak hal baik yang kamu miliki dalam hidup dapat membantumu menetralkan amarah dan membalikkan keadaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.