Para ilmuwan mengklaim telah menemukan hewan yang pertama kali berada di percabangan pohon kehidupan

INTERNATIONAL478 Dilihat

Para ilmuwan mengklaim telah menemukan hewan yang pertama kali berada di percabangan pohon kehidupan.

Semua hewan di Bumi memiliki nenek moyang yang sama. Melacak kembali sejarah makhluk apa pun dari manusia hingga siput, dan pada akhirnya Anda akan dapat mengikuti semua cabang di pohon kehidupan hewan.

Namun, batang pohon kehidupan harus bercabang di beberapa titik, atau kita tidak akan memiliki semua hewan saat ini. Dan pemisahan pertama ini terjadi sekitar 600 juta tahun yang lalu, yang sulit dipahami oleh para ilmuwan.

Kita tahu bahwa pemisahan pertama menghasilkan kelahiran dua mahluk, leluhur dari hampir semua hewan, dan “saudari” dari leluhur tersebut. Saudari (betina) tersebut adalah nenek moyang dari satu kelompok hewan zaman modern.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan memperdebatkan kelompok hewan mana dengan menelusuri garis keturunannya kembali ke “saudari” dari semua hewan lainnya. Mereka memiliki kandidat dua hewan yang telah lama diperdebatkan, spons laut dan ubur-ubur sisir.

Sekarang, berkat metode baru yang memungkinkan para peneliti menganalisis kromosom makhluk ini, para ilmuwan percaya bahwa mereka akhirnya mendapatkan jawabannya.

Kunci dari teknik ini adalah tidak hanya melihat gen apa yang dimiliki setiap hewan, tetapi juga di mana letak gen tersebut pada kromosom makhluk tersebut. Saat makhluk berevolusi, kromosom akan mengalami perubahan dan gen akan berpindah seiring waktu. Namun, setelah mereka berpindah, hampir tidak mungkin bagi mereka untuk kembali ke posisi semula.

Jadi, pada intinya, hewan mana pun yang menunjukkan pengocokan gen paling sedikit pada kromosom pasti telah berevolusi lebih awal.
Untuk mengetahuinya, tim ilmuwan membandingkan penempatan kelompok gen tertentu dalam spons laut dan ubur-ubur sisir dengan penempatan kelompok yang sama dalam kerabat non-hewan sel tunggal terdekat mereka.

Kerabat sel tunggal ini akan sangat terkait dengan organisme “belalai” dan akan menyimpan bukti tentang genom asli. Semakin dekat suatu organisme dengan genom itu, semakin sedikit perubahannya, dan semakin besar kemungkinannya menjadi saudari semua hewan modern.

Pada ubur-ubur, para peneliti menemukan 14 kelompok gen yang terletak pada kromosom terpisah. Namun, dalam spons laut, peneliti menemukan bahwa 14 kelompok tersebut telah diatur ulang menjadi 7 kelompok, menunjukkan bahwa mereka memisahkan diri dari genom asli lebih lambat dibandingkan ubur-ubur sisir.

Artinya, saudari dari semua hewan yang pertama bercabang, dan hewan yang paling terisolasi secara genetik adalah … ubur-ubur sisir!

Selain menjadi jawaban atas pertanyaan biologis yang telah lama dipertanyakan, para ilmuwan sangat bersemangat untuk menyelidiki apa yang dapat dipelajari dari pengetahuan baru ini tentang sejarah evolusi hewan, dan mekanisme yang mendorong evolusi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *