Para pemimpin G20 menyepakati Deklarasi Riyadh (Riyadh Summit Leaders Declaration) dalam pertemuan hari kedua KTT G20

oleh -189 views

Para pemimpin G20 menyepakati Deklarasi Riyadh (Riyadh Summit Leaders Declaration) dalam pertemuan hari kedua KTT G20 yang digelar secara virtual, Minggu (22/11/2020). Inti dari deklarasi itu antara lain komitmen bersama untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan menjamin kepastian akses yang berkeadilan untuk pendistribusian perangkat Covid-19 mencakup vaksin, tes, dan perawatan virus corona.

“KTT G20 telah menyepakati Riyadh Summit Leader Declaration yang berisikan antara lain komitmen seluruh kepala negara G20 dalam mengatasi tantangan global termasuk pandemi Covid-19 serta upaya pemulihannya,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual dari Istana Bogor, Minggu malam.

Retno mengatakan Deklarasi Riyadh juga menyerukan komitmen untuk mendukung negara berkembang dalam menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19, dukungan atas pasar yang terbuka, serta pemulihan perdagangan dan investasi. Selain itu, lewat deklarasi tersebut, para pemimpin G20 menyepakati perpanjangan implementasi program penundaan pembayaran kewajiban utang bagi negara miskin dan negara yang membutuhkan.

Retno menyebut Indonesia juga dipastikan akan memegang presidensi G20 pada 2022, maju setahun lebih awal dari penetapan sebelumnya pada 2023. Menurut menlu, Indonesia telah mengajukan pertukaran masa keketuaan dengan India yang seharusnya menjabat ketua G20 pada 2022 dan telah setuju untuk bertukar dengan Indonesia menjadi tahun 2023.

“Semula presidensi Indonesia pada 2023, namun mengingat 2023 Indonesia akan memegang keketuaan ASEAN, maka Indonesia telah melakukan pembahasan waktu keketuaan G20 dengan India,” kata Retno.

Dengan perubahan periode keketuaan tersebut, Indonesia mulai 2021 sudah masuk menjadi bagian dari Troika G20 yaitu komite negara beranggotakan tiga orang yang diketuai presiden G20 tahun 2020, 2021, dan 2022. G20 adalah kelompok ekonomi utama dunia terdiri dari 19 negara ditambah Uni Eropa.

Retno menjelaskan KTT G20 hari kedua, Minggu, membahas tentang upaya penciptaan masa depan yang lebih baik termasuk pengentasan kemiskinan, kesenjangan, antikorupsi, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta pariwisata dan ekonomi digital.

728×90 Leaderbord

“Dibahas juga pengendalian perubahan iklim dan kerja sama internasional, mengenai lingkungan, terumbu karang, degradasi lahan, ketahanan pangan dan air,” kata Retno.

Retno menjelaskan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyampaikan bahwa pandemi memberikan pelajaran berharga untuk semua negara. Itu sebabnya, kata Retno, presiden mendorong introspeksi tidak hanya demi pemulihan dari krisis kesehatan dan ekonomi, tapi lebih bangkit dan lebih kokoh.

“Hal ini bisa diwujudkan jika terdapat visi besar, aksi besar dan perubahan yang besar. Big vision, big action, and big transformation,” kata Retno.

Menurut Retno, Indonesia juga berkomitmen menuju ekonomi lebih hijau dan berkelanjutan. Presiden Jokowi, ujarnya, juga menjelaskan terobosan Indonesia dengan memanfaatkan biodiesel B30 dan uji coba green diesel D100 dari bahan kelapa sawit yang bisa menyerap satu juta ton produksi petani, serta pemasangan ratusan ribu pembangkit listrik tenaga surya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menyampaikan hasil KTT G20 menjadi harapan dunia untuk keluar dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

“Hasil KTT G20 ini tentunya ditunggu oleh dunia, sebagaimana diketahui, G20 menguasai dua per tiga ekonomi dunia tentunya harapan dunia agar G20 dpt mempelopori dan mendorong kerja sama serta aksi kolektif untuk menanggulangi pandemi,” kata Retno dalam konferensi pers pada hari pertama G20, Sabtu (21/11) malam.