Partai Rakyat Republik (CHP) yang merupakan oposisi Turki, dipastikan memenangkan pemilihan lokal di dua kota terbesar

oleh -105 views

dnewsradio.com – Partai Rakyat Republik (CHP) yang merupakan oposisi Turki, dipastikan memenangkan pemilihan lokal di dua kota terbesar negara itu, yaitu Istanbul dan Ankara.

Kemenangan tersebut sangat mengejutkan karena Istanbul dan Ankara merupakan basis Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dibawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan, yang berkuasa selama 1,5 dekade.

Berdasarkan hasil perhitungan cepat, Senin (1/4/2019), kandidat utama walikota Istanbul dari CHP, Ekrem Imamoglu, memimpin dengan meraih 28.000 suara. Sedangkan kandidat gabungan oposisi untuk wali kota Ankara, Mansur Yavas, memenangkan 50,98% sura dan AKP memperoleh 47,06% suara.

Di kota terbesar Turki, Istanbul, pertarungan wali kota menemui jalan buntu dengan kandidat AKP mengklaim kemenangan 48,70% suara, tapi lawannya yang meraih 48,65% suara juga menyatakan dirinya menang setelah hampir seluruh surat suara dihitung.

Hasil terakhir yang dipublikasikan oleh Anadolu menyatakan AKP hanya memimpin 4.000 suara. Partai penguasa itu berencana menggugat puluhan ribu surat suara yang dituding tidak valid di kedua kota utama Turki tersebut.

Jika perolehan suara terkonfirmasi, ayunan suara di Ankara dan Istanbul bisa sangat menyiksa politisi AKP yang berkampanye keras untuk mempertahankan kedua kota itu. Oposisi juga mempertahankan cengkramannya atas Izmir, kota ketiga terbesar di Turki.

Pemilihan lokal Turki pada Minggu (31/3/2019), dianggap sebagai tolok ukur dukungan untuk Recep Tayyip Erdogan saat negara berpenduduk 81 juta itu menghadapi resesi ekonomi. Pemilihan ini juga menjadi ujian pertama untuk Recep Tayyip Erdogan yang dituduh semakin otoriter sejak mendapatkan kekuasaan presiden yang diperluas tahun 2018.

Meskipun Recep Tayyip Erdogan tidak mencalonkan diri, dia tetap menjadi wajah kampanye lewat aksi tanpa lelah selama berbulan-bulan di seluruh Turki, termasuk menggunakan retorika bermusuhan terhadap partai-partai oposisi dan menggambarkan pemungutan suara sebagai masalah ketahanan nasional.

Penurunan dukungan untuk AKP, yakni partai konservatif berbasis keagamaan, disebabkan fakta bahwa Recep Tayyip Erdogan memegang kendali kuat atas media yang secara keras berusaha meliput kampanye-kampanye oposisi.

Namun, saat berbicara kepada ribuan pendukungnya di Ankara, Recep Tayyip Erdogan menggambarkan pemilihan sebagai kemenangan untuk AKP yang bersama rekan koalisinya dari sayap kanan, Partai Gerakan Nasionalis (MHP), memenangkan lebih dari 50% suara secara nasional. Recep Tayyip Erdogan tidak secara langsung menyinggung tentang kekalahan di Ankara.

“Jika ada kekurangan, itu adalah tugas kami untuk memperbaikinya. Dimulai dari besok pagi, kami akan mulai bekerja untuk mengidentifikasikan kekurangan kita dan menebusnya,” ujar Recep Tayyip Erdogan.

No More Posts Available.

No more pages to load.