Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan darat untuk membersihkan kantong terakhir Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah

oleh -157 views

DNEWSRADIO.COM – Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan darat untuk membersihkan kantong terakhir Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Juru bicara SDF Mustafa Bali mengatakan ribuan rakyat sipil telah dievakuasi dan para pejuang yang diculik telah dibebaskan di Baghouz, Suriah timur.

SDF mengatakan berhasil menyelamatkan beberapa ratus warga sipil dari Baghouz, Kamis (28/2), termasuk warga asing dari berbagai negara. Namun, tidak disebutkan secara rinci asal negara dan jumlahnya.

“Operasi untuk membersihkan kantung-kantung terakhir ISIS telah dimulai,” kata Bali lewat pesan di Twitter, Kamis (28/2).

“Hanya tinggal teroris di Baghouz,” tambahnya.

Koalisi pimpinan AS bekerja bertahun-tahun untuk mengusir ISIS dari kota-kota yang berhasil dikuasai di Suriah dan Irak. Salah satu tentara di Baghouz selama proses evakuasi warga sipil, mengatakan para istri dari “martir” ISIS dan anak-anak mereka tidak mau pergi. Beberapa pejabat AS mengatakan warga sipil masih tetap di wilayah terakhir yang tersisa di bawah kendali ISIS.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan pekan lalu saja, sekitar 13.000 orang telah tiba di kamp Al-Hol di timur laut Suriah setelah melarikan diri dari ISIS.

728×90 Leaderbord

“Banyak orang yang datang kelelahan, lapar, dan sakit, kata juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Masalah Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, di Jenewa.

Kelompok ISIS yang pernah menguasai wilayah Suriah dan Irak, saat ini menguasai sekitar setengah kilometer persegi tanah di sepanjang Sungai Efrat. Beberapa ratus pejuang ISIS bersembunyi di sana bersama keluarga mereka dan warga sipil lainnya. Banyak diantara mereka rela pergi ke Suriah dari seluruh dunia.

Negara-negara telah bergulat untuk memberikan izin masuk lagi kepada warga sipil yang kembali ke tanah airnya setelah dari Suriah. Beberapa perempuan dikabarkan melahirkan saat menikah dengan para pejuang ISIS.