Paus Fransiskus memimpin pelayanan “Passion of the Lord”

oleh -173 views

DNEWSRADIO.COM -Paus Fransiskus memimpin pelayanan “Passion of the Lord” pada Hari Jumat Agung (19/4/2019), sambil mengambil bagian dalam prosesi Jalan Salib di Basilika Santo Petrus yang dihadiri ribuan umat di Koloseum kuno Roma. Meditasi untuk ibadah ini dituliskan oleh biarawati berusia 80 tahun, Suster Eugenia Bonetti, bersama suster misionarisnya, yang menghabiskan seperempat abad terakhir untuk melawan perdagangan manusia.

Paus Fransiskus menyerukan bahwa memaksa perempuan ke dalam prostitusi adalah kejahatan kemanusiaan. Paus Fransiskus juga mendesak umat Katolik untuk membuka mata mereka kepada para korban.

Tujuan meditasi Suster Bonetti adalah menunjukkan bahwa Kristus masih menderita sampai hari ini. Suster Bonetti adalah presiden dari asosiasi Italia Slaves No More (Tidak Lagi Budak) yang memberikan bantuan kepada perempuan dan anak-anak yang dipaksa masuk ke dalam perdagangan seks.

Lagu-lagu berbahasa Latin dinyanyikan berulang kali untuk mengisahkan jam-jam terakhir dalam kehidupan Yesus, mulai dari penangkapan sampai pemakamannya. Dalam pelayanan ini Paus Fransiskus tidak menyampaikan kotbah, menyerahkan kepada Pastor Raniero Cantalamessa. Dalam kotbahnya, Cantalamessa menyebut Yesus sebagai contoh dan perwakilan dari semua orang yang ditolak, yang kehilangan hak warisnya, dan dibuang dari bumi, atau tidak dilihat.

“Beberapa orang memiliki hak istimewa mempunyai lebih banyak barang dibandingkan yang bisa mereka konsumsi, sementara itu selama berabad-abad, banyak orang miskin telah hidup tanpa sepotong roti atau seteguk air bagi anak-anak mereka,” kata Canatalamessa.

Pada Kamis Putih (18/4/2019), Paus Fransiskus merayakan misa Perjamuan Terakhir di penjara Velletri, Roma selatan. Penjara itu penuh sesak, menampung sekitar 500 narapidana dengan 60 persen di antaranya warga asing. Paus melakukan pelayanan pembasuhan kaki sebagai refleksi dari pelayanan Yesus. Pada zaman Yesus, pembasuhan kaki adalah pekerjaan para budak dan pelayan. “Setiap orang harus menjadi pelayan bagi yang lain. Ini adalah aturan Yesus dan aturan Injil. Aturan pelayanan, bukan dominasi, menyakiti, atau mempermalukan orang lain,” kata Paus Fransiskus yang berusia 82 tahun dalam homili singkatnya.

Paus menyampaikan kepada para tahanan agar menjadi saudara dalam pelayanan, bukan dalam ambisi. “Seseorang yang berpikir dialah yang terkuat, harus menjadi pelayan. Kita semua harus menjadi pelayan,” ujar Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus mencuci kaki 12 narapidana, termasuk sembilan warga Italia dan satu orang masing-masing dari Maroko, Pantai Gading, dan Brazil. Paus juga merayakan misa pagi Krisma dengan memberkati minyak yang akan dipakai sepanjang tahun. Malam Paskah akan berlangsung pada Sabtu (20/4/2019) malan di Basilika Santo Petrus, menjelang Misa Paskah hari Minggu (21/4/2019), dan diakhiri pemberian berkat dari Paus Fransiskus kota dan seluruh dunia.

No More Posts Available.

No more pages to load.