Pegusuran Warga Pancoran Buntu II mendapatkan Tindakan Semena – Mena Dari ORMAS

oleh -360 views

Kelamnya Bentrokan warga di Jl. Pancoran buntu II , Jakarta Selatan mengakibatkan Trauma terhadap para warga dan juga anak – anak yang berada dilokasi penggusuran , 17 Maret 2021 lalu, ketika itu  Bentrokan terjadi di Pancoran Buntu II , jalur Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dua lajur ditutup dari arus kendaraan. Kabarnya, bentrokan melibatkan warga dengan ormas dan kepolisian. Apa yang melatarbelakangi bentrokan ini?

Bupati Pesawaran

Tim Dnewsradio.com pun Turun untuk melihat langsung kondisi dilokasi pasca penggusuran warga Jl.Pancoran Buntu II ,ketika kami berada ditempat tersebut tampak pecahan beling dan batu masih berserakan di jalan sekitar sisa dari kejadian tanggal 17 Maret 2021 ( Rabu ) , malam . Selain itu, kami juga berusaha melakukan pencarian Informasi di Posko lokasi jatuhnya korban.

Untuk mencapai kelokasi dari perwakilan narasumber tim dnewsradio.com harus melalui pemeriksaan terutama bagi keberadaan setiap orang yang masuk , baik  rekan media dan bahkan masyarakat yang ingin memberikan bantuan.

Saat tim kami mendatangi di Posko Informasi terkumpul beberapa informasi yang akurat berdasarkan rilis yang diberikan maupun pernyataan dari Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya demi keamananan dari Narasumber kamipun lakukan perlindungan bagi mereka, Kronologis diawali dengan adanya kejadian dibulan Juli 2020. Kala itu warga Gang Buntu II digusur paksa oleh PT Pertamina Persero. Warga dipaksa menyingkir dari lahan 4,8 hektare yang dihuni dua ribu jiwa sejak 20 tahun lalu. Namun, PT Pertamina mengklaim tanah itu milik mereka.

Bagi warga penggusuran itu justru cacat prosedur hukum. Warga tak terima digusur dari tanah yang masih sengketa. Mereka tahu betul penggusuran tak bisa dilakukan sebelum ada keputusan pengadilan. Selain itu warga juga melaporkan banyak intimidasi dan teror yang mereka alami.

728×90 Leaderbord

Banyak warga yang telah meninggalkan tanah itu karena ketakutan. Meski begitu, sejumlah lain masih bertahan. Kemudian warga dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan dengan tuduhan Pasal 167 KUHP tentang penyerobotan lahan.

Bahkan seperti yang kami kutip sumber dari media CNN disampaikan bahwa pernyataan Kepala Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Nelson Nikodemus. Dijelaskan, sejak itu rangkaian upaya penggusuran terus dilakukan atas nama PT Pertamina Training and Consulting (PTC), anak perusahaan PT Pertamina yang mengklaim kepemilikan lahan.

Selama itu juga warga terus memertanyakan sejumlah hal. Misalnya untuk pembangunan apa penggusuran itu?

Tanggal 11 Januari, PT Pertamina sempat mendatangi permukiman warga. Mereka membawa bukti kepemilikan lahan oleh PT PTC. Bukti itu yang dijadikan landasan penggusuran. Ada hal lain yang dipertanyakan warga, yakni mengenai Surat Peringatan Penggusuran.

PT Pertamina gagal menunjukkan surat itu. Mereka menyebut aktivitas pembongkaran itu bukan penggusuran, tapi pemulihan aset negara. Sejak saat itu area permukiman warga dipasangi plang dengan tulisan “Tanah dan/atau bangunan ini milik PT Pertamina” dan “Rumah ini harus dikosongkan”.

Warga makin bingung dan terdesak karena merasa belum menyepakati apapun dengan PT Pertamina. Katrena tak juga geser, PT Pertamina kembali beberapa hari kemudian bersama 30 anggota organisasi masyarakat berseragam. Sejumlah preman hadir bersama mereka.

Gerombolan itu membawa palu penghancur, gergaji mesin, serta satu unit ekskavator untuk meratakan rumah-rumah warga. Warga tak diam. Mereka menghalangi gerombolan itu hingga kericuhan terjadi. Aparat melerai. Namun kerusuhan tak berhenti di sana.

Saat kami berada dilokasi kawan – kawan relawan yang rata – rata mahasiswa mengungkapkan beberapa hal keganjalan dari proses penggusuran diantaranya pihak PT PERTAMINA dalam hal ini yang mengklaim sebagai pemilik dari tanah sengketa yang di tempati oleh warga  berpuluh – puluh tahun ini akhirnya melakukan aksi penggusuran dengan menyewa Ormas PP ( Pemuda Pancasila ) dan sejumlah Preman.

Dikesempatan yang sama Narasumber yang tidak mau menyebutkan identitasnya juga menyampaikan bahwa aksi kebringasan Ormas tersebut merangsek warga dengan memancing aksi provokasi dengan ujaran yang tak pantas bahkan dimalam hari nya gerombolan dari Ormas tersebut melemparkan Bom Molotov yang sudah dipersiapkan akibatnya 28 orang luka serius dibawa langsung kerumah sakit dan kini korban sudah berada dirumah masing – masing .

Kami pun mencoba menelusuri tempat – tempat yang juga menjadi korban keganasan penggusuran Jl.Pancoran Buntu II,Jakarta Selatan , ketika kami melihat terdapat pula tempat yang digusur salah satunya sempat pagar di robohkan menggunakan beko atau elevator, tempat tersebut disewakan sebagai tempat usaha patung ,ketika kami mendapatkan informasi hanya dari pihak warga yang berjaga dilokasi itu , dimana beliau menyampaikan bahwa tempat pengrajin patung saat ini sudah tidak aktif karena pemiliknya trauma melihat korban yang berjatuhan bahkan pembongkaran yang dipaksakan.

Ditempat lokasi  kamipun  menyempatkan waktu kearah Warteg yang juga menjadi korban pemecahan kaca dari ORMAS dan PREMAN , bahkan ditempat yang sama berdasarkan informasi yang kami himpun dari pemilik Warteg Bapak Sugianto beserta adik Ipar mengatakan saat itu warteg telah tutup jam 10.00 Wib ( malam ), tiba – tiba dari arah luar sekelompok orang langsung menghancurkan kaca dan juga bohlam lampu yang berada tidak jauh dari lokasi, serta kami bertanya kepada anak dari pemilik dari Warteg tersebut merasa ketakutan. Tim