Pejabat di pemerintahan Swedia mengakui ASEAN sebagai pasar penting bagi perusahaan di negara Skandinavia

oleh -379 views

Pejabat di pemerintahan Swedia mengakui ASEAN sebagai pasar penting bagi perusahaan di negara Skandinavia itu. Itu sebabnya, Swedia ingin terus meningkatkan hubungan dengan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia.

“Pemerintah Swedia sangat berkepentingan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan negara-negara ASEAN,” kata Sekretaris Negara untuk Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Urusan Nordik, Krister Nilsson dalam seminar bisnis virtual yang digelar oleh perwakilan diplomatik negara ASEAN atau ASEAN Committee in Stockholm (ACS), Rabu (3/2/2021).

“Saya percaya bahwa perusahaan Swedia dapat memberikan sumbangan positif bagi sektor bisnis di ASEAN, yaitu aspek-aspek keberkelanjutan, transparansi, dan dialog sosial,” lanjut Nilsson.

Dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Stockholm, Rabu, seminar bisnis tersebut adalah ajang untuk menggarap peluang peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi antara negara-negara ASEAN dan Swedia.

Narasumber yang berbicara berasal dari sektor pemerintah dan bisnis. Para duta besar (dubes) negara-negara ASEAN juga berkesempatan menyampaikan perkembangan iklim bisnis dan investasi di negara masing-masing.

Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Kamapradipta Isnomo, mengangkat empat hal pokok, yaitu pengesahan Omnibus Law untuk menarik investasi asing, pengembangan sektor energi berkelanjutan, peluncuran European Union (EU)-ASEAN Joint Working Group on Palm Oil, serta pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (Sovereign Wealth Fund) untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia.

Dalam sektor energi, Dubes Kamapradipta mengundang Swedia untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan.

728×90 Leaderbord

“Saya mengundang Swedia untuk bermitra dengan Indonedia untuk membangun kebutuhan energi Indonesia secara berkelanjutan dan jangka panjang,” ujarnya.

Terkait EU-ASEAN Joint Working Group on Palm Oil, Kamapradipta menekankan proses tersebut penting untuk perkuat kemitraan kedua organisasi. “Saya mengajak Swedia untuk memberikan kontribusi dalam mencari solusi yg baik dan adil dalam konteks minyak nabati,” katanya.

Dubes dan wakil ASEAN yang mengikuti seminar virtual itu antara laindari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos dan Filipina. Dari pihak Swedia antara lain pejabat Kementerian Luar Negeri, badan pengembangan inovasi, Vinnova, Business Sweden, dan perusahaan-perusahaan lokal.

Seminar bisnis tersebut merupakan kedua kalinya diadakan oleh ACS, setelah yang pertama diadakan pada tahun 2017. Hingga saat ini, tercatat kurang lebih sekitar 80 perusahaan Swedia hadir dan aktif di Indonesia, di antaranya IKEA, Scania, dan Ericsson.