Pelaku Perjalanan Internasional yang Diperbolehkan Masuk ke Indonesia

oleh -348 views

Kemunculan varian Covid-19 Omicron membuat kekhawatiran baru bagi dunia. Pasalnya, varian Omicron memiliki mutasi yang jauh lebih banyak dibandingkan Delta, varian yang menyebabkan lonjakan kasus di banyak negara beberapa bulan lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sepakat memasukkannya ke dalam kategori Variant of Concern (VoC) hanya 72 jam setelah adanya kasus pertama. Banyak negara kemudian mengantisipasi adanya kasus varian Omicron dengan menutup pintu bagi pelaku perjalanan dari Afrika Selatan, termasuk Indonesia.

Pelaku Perjalanan Internasional yang Tidak Diperbolehkan Masuk ke Indonesia

Penutupan sementara pintu masuk ke Indonesia ditetapkan bagi pelaku perjalanan dari negara/wilayah (termasuk pernah tinggal dan mengunjungi negara/wilayah tersebut dalam kurun waktu 14 hari) dengan transmisi komunitas kasus Omicron dan negara yang secara geografis berdekatan.

Penutupan ini berlaku bagi asal kedatangan dari negara Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Aswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong. Hal ini berlaku bagi seluruh Warga Negara Asing. Visa ditangguhkan sementara sesuai SE Dirjen Imigrasi Kemenkumham.

Pelaku Perjalanan Internasional yang Diperbolehkan Masuk ke Indonesia

– Pelaku perjalanan dari negara/wilayah (termasuk pernah tinggal dan mengunjungi negara/wilayah tersebut dalam kurun waktu 14 hari) dengan transmisi komunitas kasus Omicron dan negara yang secara geografis berdekatan, asal kedatangan dari negara Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong, tetap boleh masuk ke Indonesia.

Namun, hal ini hanya berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dengan menerapkan rangkaian protokol kesehatan sebagai berikut:

1. Tes PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan

2. Tes PCR ulang ke-1 saat ketibaan

3. Karantina 14×24 jam

4. Tes PCR ulang ke-2 hari ke-13 karantina

5. Sampel PCR wajib dilakukan oleh WGS

– Pelaku perjalanan dari negara/wilayah lainnya tetap diperbolehkan masuk ke Indonesia, baik itu Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Hal ini dilakukan dengan menerapkan rangkaian protokol kesehatan sebagai berikut:

1. Tes PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan

2. Tes PCR ulang ke-1 saat ketibaan

3. Karantina 7×24 jam

4. Tes PCR ulang ke-2 hari ke-6 karantina

5. Sampel PCR dihimbau dilakukan oleh WGS

 

No More Posts Available.

No more pages to load.