Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Iman Desa Karang Anyar Dihadiri Pemda Pesawaran

Lampung193 Dilihat

PESAWARAN (DR)–Peletakan Batu pertama pembangunan Masjid Nurul Iman Tiyuh Kesugihan Desa Karang Anyar Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Lampung di hadiri oleh Bupati Pesawaran Dr. H. Dendi Ramadhona, KST, MTr. IP, Asisten I, Kabag Kesra, Perwakilan Depag Kabupaten Pesawaran, Camat Gedong Tataan, Kepala Desa Karang Anyar serta tamu undangan.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Bupati Pesawaran pimpin langsung peletakan batu pertama di Masjid Nurul Iman ini, yang diiringi dengan Panitia Masjid dan tamu undangan yang lain.

 

Sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Iman, Mursalin MS berterimakasih kepada Pemda Pesawaran, karena telah menyempatkan hadir dalam acara peletakan batu pertama.

 

“Kami sebagai Panitia Pembangunan Masjid ini, sangat berterima kasih kepada Bupati Pesawaran beserta jajarannya yang telah menyempatkan hadir dalam peletakan batu pertama ini. Berikut, atas partisipasinya membantu pembangunan ini, sehingga semoga, semua ini menjadi berkah buat kita semua”, ucap Mursalin.

 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa masjid ini dibangun ditahun 1930 dan dibenahi pada tahun 1970, hingga dilakukan pembugaran lagi oleh panitia ditahun ini.

 

Dalam harapnya, Dendi mengajak siapapun untuk menyumbang dan berpartisipasi pada pembangunan masjid ini dan mengingatkan jama’ahnya untuk terus memakmurkan masjidnya.

 

“Kami mengapresiasi panitia Tiyuh Kesugihan ini yang memugar Masjid Nurul Iman yang berdiri dari tahun 1930 ini dengan partisipasi dan guyubnya masyarakat disini”, kata Dendi saat diwawancara oleh awak media seusai kegiatan itu berlangsung.

 

Dirinya pun ucapkan terimakasih pada Mursalin sebagai perwakilan dari Panitia Masjid itu karena sudah menginisiasi masyarakat untuk memugarkan masjid yang secara estetika bangunannya sudah tidak layak lagi.

 

Dendi berharap, warga dan jama’ah masjid ini untuk terus menjalin silaturahmi dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sehingga Ukhuwah Islamiyahnya tetap terjaga. (Brm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *