Pemerintah Brasil membuka tender internasional untuk membangun salah satu jaringan data 5G terbesar di dunia

oleh -516 views

Pemerintah Brasil membuka tender internasional untuk membangun salah satu jaringan data 5G terbesar di dunia. Brasil juga mencari investasi sebesar US$ 9 miliar untuk ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan tender 5G sebagai momen bersejarah. Ia memulai penawaran pada 15 perusahaan hingga Sabtu (6/11/2021).

Jumlah keseluruhan akhir yang dikumpulkan akan diumumkan Sabtu di akhir tender. Namun Menteri Komunikasi Brasil Fabio Faria mengatakan angka tersebut sudah mencapai 43,7 miliar reais (US$ 7,9 miliar). “Tender hari pertama sukses, melebihi ekspektasi,” tulis Faria lewat media sosial Twitter, Jumat (5/11/2021).

Negara Amerika Selatan yang luas ini ingin memanfaatkan apa yang disebut teknologi seluler generasi kelima untuk mempercepat pengembangan sektor industri dan agribisnis, serta membawa internet super cepat ke ponsel dari 213 juta orang.

Tender adalah hak untuk membangun dan mengoperasikan blok spektrum frekuensi yang berbeda selama 20 tahun, serta jaringan terpisah yang disediakan untuk komunikasi pemerintah. Penawaran untuk yang terakhir akan mengecualikan semua peralatan dari raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei.

Tiongkok maupun Amerika Serikat (AS) merupakan dua kekuatan terbesar dunia, yang juga adalah dua mitra dagang terbesar Brasil. Negara ini telah di bawah tekanan dari kedua belah pihak atas aturan dasar untuk jaringan 5G, yang menyebabkan penundaan tender dari awal 2021 seperti yang dijadwalkan semula.

Investasi tersebut berasal dari sejumlah penawar, di antaranya anak perusahaan lokal Telecom Italia bernama Tim, Grup Spanyol unit Brazil Telefonica, dan Claro yang dimiliki oleh raja telekomunikasi Meksiko Carlos Slim bernama America Movil.

“Ini adalah salah satu tender 5G terbesar di dunia. Potensinya sangat besar,” kata spesialis industri Christian Perrone dari Institut Teknologi dan Masyarakat (TSI) di Rio de Janeiro kepada AFP.

Pemerintah mencari total investasi 50 miliar reais (US$ 9 miliar). Di antaranya 40 miliar reais untuk membangun jaringan 5G sebagai salah satu yang pertama di Amerika Latin, serta 10 miliar reais yang akan dikantongi untuk hak frekuensi dan digunakan untuk meningkatkan konektivitas untuk sekolah umum.

Total penghargaan yang diumumkan Jumat adalah lebih dari 7.000 juta reais (sekitar US$ 1,27 miliar) untuk hak spektrum. Nilai ini menurut perhitungan AFP berdasarkan jumlah pengumuman regulator Anatel. Investasi untuk menciptakan infrastruktur akan ditambahkan.

“Sejauh ini tendernya berhasil. Dari blok-blok yang sudah ditender, sebagian besar menerima proposal dan banyak menerima nilai di atas minimum yang diharapkan,” ujar Perrone.

Teknologi 5G membutuhkan antena empat hingga 10 kali lebih banyak dari 4G. Persyaratan penawaran membutuhkan perusahaan pemenang untuk meluncurkan layanan di Brasilia dan 26 ibu kota negara bagian pada Agustus 2022.

Kota-kota lain yang berpenduduk lebih dari 30.000 orang dapat mengharapkan layanan antara 2025 dan 2028.

Pemerintah Brazil berharap teknologi 5G akan membuka cakrawala baru bagi perekonomiannya, mulai traktor yang terhubung dan drone pemantau tanaman untuk sektor pertanian yang sedang banyak dikenal, hingga mobil self-driving dan telemedicine untuk menjembatani kesenjangan infrastruktur negara raksasa itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.