Pemerintah Denmark mengatakan akan menggali kuburan massal cerpelai yang dibunuh untuk mencegah penyebaran Covid-19

oleh -820 views

Pemerintah Denmark mengatakan akan menggali kuburan massal cerpelai yang dibunuh untuk mencegah penyebaran Covid-19, setelah muncul laporan beberapa binatang tersebut muncul dari dalam tanah.

Awal bulan ini, Denmark memerintahkan semua cerpelai ternakan dibunuh karena 12 orang ditemukan terinfeksi virus Covid-19 yang telah bermutasi dari cerpelai. Cerpelai-cerpelai ini tertular dari manusia dan menularkan kembali ke manusia.

Sekitar 17 juta ekor dibunuh dan Menteri Pangan dan Agrikultur Denmark Morgens Jensen dipecat karena perintah “membersihkan” cerpelai itu ternyata ilegal.

Cerpelai-cerpelai mati itu dikubur 2 meter di bawah tanah di sebuah area militer di bagian barat Denmark. Namun, ratusan bangkai cerpelai tiba-tiba muncul ke permukaan. Otoritas setempat mengatakan hal tersebut disebabkan oleh gas dari proses dekomposisi yang mengangkat bangkai ke permukaan. Media setempat menyebut kejadian ini dengan “cerpelai zombie“.

Pengganti Jensen, Rasmus Prehn, pada Jumat (27/11/2020) mengatakan pihaknya akan menggali kuburan cerpelai tersebut dan membakar mereka. Dia telah meminta badan perlindungan lingkungan untuk mencari cara yang aman.

Lokasi kuburan itu dijaga 24 jam supaya orang atau binatang liar tidak masuk karena berbahaya bagi kesehatan. Otoritas mengatakan lokasi tersebut tidak memiliki risiko penyebaran Covid-19, tetapi warga setempat takut akan risiko kontaminasi terhadap air tanah dan danau yang berlokasi hanya 200 meter dari kuburan itu.

728×90 Leaderbord