Pemerintah Indonesia akan menggelar pameran Pasifik yang kedua kalinya

oleh -424 views

Pemerintah Indonesia akan menggelar pameran Pasifik yang kedua kalinya (2nd Pacific Exposition) pada 27-30 Oktober 2021. Pameran tersebut akan digelar secara virtual dengan mengangkat tema “It’s Pacific Time”.

“Pacific Exposition (PE) merupakan pameran dagang, investasi dan pariwisata yang secara komprehensif mempertemukan pelaku bisnis dari seluruh negara di kawasan Pasifik termasuk Indonesia, Australia dan Selandia Baru,” kata Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, dalam konferensi pers, Rabu (23/6/2021).

Tantowi menjelaskan 2nd Pacific Exposition merupakan lanjutan dari 1st Pacific Exposition yang digelar pada 2019 lalu di Auckland, Selandia Baru. Menurutnya, keberhasilan PE 1 terlihat dari aspek riil atau ekonomi dengan kehadiran 600 tamu terdiri dari 3 kepala negara, 6 menteri luar negeri, 14 menteri teknis, serta pimpinan dan anggota parlemen.

Tantowi mengatakan PE 1 juga berhasil melahirkan komitmen transaksi ekspor Indoensia sebesar US$ 70,3 jut (Rp 1 triliun) untuk bidang hospitality, ikan tuna segar & Beku, kopi, koprah, cengkeh, pala, rumput laut, produk rotan, kerajinan tangan, ban mobil, pencetakan alat transaksi pembayaran, serta MICE (meetings, incentives, conferencing, exhibitions).

“Tema ‘It’s Pacific Time’ tahun ini mencerminkan optimisme sebagai kawasan yang berhasil mengatasi pandemi. Serta bisa dikatakan siap untuk memulai pemulihan ekonominya

lebih awal dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi,” ujar Tantowi.

Tantowi menjelaskan 2nd Pacific Exposition meliputi 3 program utama yaitu pertama, the exhibition berupa pameran produk dan komoditas, peluang investasi, destinasi pariwisata, dan program kerja sama teknis/peningkatan kapasitas. Kedua, business matching yaitu memfasilitasi perusahaan dan bisnis untuk menemukan mitra bisnis potensial di seluruh Pasifik. Ketiga, forums yaitu mempertemukan para pengambil keputusan, pemimpin bisnis, dan para pakar untuk berbagi pengalaman dan pandangan mereka tentang isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi di kawasan Pasifik dan di era pasca-Covid.

“Forum-forum yang diadakan tahun ini meliputi forum Pasifik (The Pacific Talk), forum perdagangan dan investasi, forum pariwisata, forum kesehatan, forum perikanan,” kata Tantowi.

Menurut Tantowi, Pasifik merupakan pasar yang menguntungkan untuk dikapitalisasi. Ukuran pasar secara keseluruhan jika ditambahkan Selandia Baru dan Australia US$ 2,5 triliun (Rp 36,1 triliiun). Sedangkan, menurut data Kementerian Perdagangan RI, total nilai perdagangan Indonesia dan negara-negara Pasifik pada 2020 sebesar US$ 9 miliar (Rp 129,9 triliun) dengan nilai ekspor sebesar US$ 3,43 miliar (Rp 49,5 triliun) dan nilai impor US$ 5,58 miliar (Rp 80,5 triliun).

“Dengan adanya gap ekspor-impor yang masih cukup besar tersebut, masih terbuka peluang cukup besar untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara Pasifik agar neraca perdagangan lebih seimbang,” kata Tantowi.

No More Posts Available.

No more pages to load.