Pemerintah Jerman, Italia, dan Prancis bergabung dengan negara lain untuk menangguhkan pemberian vaksin Astrazeneca

oleh -635 views

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Selasa (16/3/2021) membela keamanan vaksin Covid-19 Astrazeneca. Sebelumnya, beberapa negara Eropa menghentikan pemakaian vaksin tersebut karena kekhawatiran terjadinya pembekuan darah.

Pemerintah Jerman, Italia, dan Prancis pada Senin (15/3/2021) bergabung dengan negara lain untuk menangguhkan pemberian vaksin Astrazeneca. Situasi ini menjadi pukulan bagi kampanye imunisasi global melawan penyakit yang telah membunuh lebih dari 2,6 juta orang ini.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perusahaan farmasi Astrazeneca, dan European Medicines Agency bersikeras suntikan tersebut aman, dan tidak ada hubungan antara itu dengan pembekuan darah yang dilaporkan.

Pemimpin Inggris pada Selasa menyuarakan jaminan vaksin itu tidak berbahaya. “Vaksin itu aman dan bekerja dengan sangat baik. Itu dibuat di banyak tempat, dari India ke AS, serta Inggris, dan sedang digunakan di seluruh dunia,” tulis Johnson dikutip surat kabar The Times, Selasa.

Kekhawatiran berkembang di beberapa negara atas keamanan vaksin Astrazeneca, setelah beberapa kasus pembekuan darah atau pendarahan otak pada orang setelah menerima inokulasi, dengan sejumlah kecil kematian dilaporkan.

Tetapi Astrazeneca dan ahli medis di Inggris mengatakan, tidak ada bukti pembekuan yang disebabkan oleh suntikan virus, atau pembekuan terjadi dalam jumlah atau frekuensi yang lebih besar daripada populasi umum.

Vaksin ini dikembangkan oleh Astrazeneca dan Universitas Oxford di Inggris, di mana lebih dari 11 juta dosis telah diberikan, tanpa masalah besar yang dilaporkan.

728×90 Leaderbord

Pada Senin, Johnson mengatakan kepada wartawan, Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA) adalah salah satu regulator paling tangguh dan paling berpengalaman di dunia.

“Mereka tidak melihat alasan sama sekali untuk menghentikan program vaksinasi … untuk salah satu vaksin yang kami sedang gunakan,” katanya.

“Mereka percaya vaksin itu sangat efektif dalam menurunkan tidak hanya angka rawat inap, tetapi juga menurunkan angka penyakit serius dan kematian. Kami terus merasa sangat percaya diri tentang program ini dan senang melihatnya diluncurkan dengan kecepatan seperti itu melintasi Inggris,” lanjutnya lagi.

Sementara itu, kepala Badan Obat Eropa (EMA) dijadwalkan memberikan informasi terbaru tentang penyelidikan kemungkinan pembekuan darah, terkait dengan vaksin Covid-19 Astrazeneca, kata regulator.

Direktur Eksekutif EMA Emer Cooke memberikan informasi terbaru tentang penyelidikan Vaksin Covid-19 Astrazeneca dan peristiwa tromboemboli selama konferensi pers virtual pada Selasa 1300 GMT. Adapun tromboemboli adalah peristiwa darah beku yang bergerak.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian tentang apa yang diumumkan pada konferensi pers. Dikatakan, acara itu telah diselenggarakan oleh Komisi Eropa, badan eksekutif 27 negara Uni Eropa (UE).

Pakar keamanan EMA yang berbasis di Amsterdam pada Selasa melakukan tinjauan lebih lanjut terhadap data tentang vaksin, setelah beberapa negara Eropa termasuk Prancis dan Jerman menangguhkan penggunaannya.

EMA mengatakan pada Senin akan mengadakan pertemuan khusus Kamis (18/3/2021) untuk memutuskan tindakan lebih lanjut. Tetapi pihaknya juga menambahkan, manfaat menggunakan vaksin AstraZeneca masih lebih besar daripada risikonya.

Pakar WHO juga melangsungkan pertemuan pada Selasa untuk membahas vaksin.

EMA sebelumnya telah menyetujui vaksin Astrazeneca untuk diberikan kepada orang dari segala usia, pada 29 Januari. Tetapi peluncurannya bermasalah sejak awal, dengan beberapa negara pada awalnya mengatakan vaksin itu tidak boleh digunakan pada orang tua.