Pemerintah kota Minneapolis setuju untuk membayar kompensasi sebesar US$27 juta

oleh -464 views

Pemerintah kota Minneapolis setuju pada Jumat (12/3) untuk membayar kompensasi sebesar US$27 juta atau sekitar Rp 389 miliar terkait gugatan keluarga George Floyd atas kematiannya.

Seperti dilaporkan VOA, kasus kematian Flyod, yang tewas saat diamankan oleh polisi, memicu demonstrasi nasional imemprotes ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi.

Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun, meninggal pada Mei ketika Derek Chauvin, seorang polisi kulit putih Minneapolis, menindih lehernya dengan lutut selama hampir sembilan menit.

Teriakan Floyd meminta tolong saat sekarat terekam dalam video oleh saksi mata. Video yang tersebar luas itu memicu salah satu gerakan unjuk rasa terbesar yang pernah terjadi di Amerika Serikat

Pada Jumat (12/3), seperti dikutip oleh Reuters, pengacara keluarga Floyd, Benjamin Crump, mengatakan bahwa perjanjian itu adalah penyelesaian pra-sidang terbesar dalam sejarah gugatan kematian yang melanggar hukum AS.

“Hal tersebut menandakan bahwa kematian orang kulit hitam di tangan polisi tidak akan lagi dianggap sepele, tidak penting atau tidak layak dikenakan konsekuensi,” kata Crump pada konferensi pers.

“Keluarga Floyd senang bahwa bagian dari perjalanan tragis kami menuju keadilan untuk saudara laki-laki saya George diselesaikan,” kata saudara perempuan Floyd, Bridgett Floyd.

728×90 Leaderbord

Tahun lalu, kerabat Floyd menggugat kota tersebut, Chauvin dan tiga petugas polisi lainnya yang terlibat dalam pengadilan federal. Mereka mengatakan penggunaan kekerasan berlebihan oleh polisi terhadap Floyd, melanggar hak-hak konstitusionalnya.

Penyelesaian kompensasi itu termasuk sumbangan US$500.000 dari keluarga Floyd kepada komunitas di persimpangan Minneapolis tempat Floyd meninggal. Penduduk memasang barikade di lokasi tersebut untuk menutup akses polisi. Lokasi tersebut dipenuhi dengan bunga dan penghormatan lainnya kepada Floyd.

Warga Minneapolis melakukan unjuk rasa atas tewasnya seorang warga kulit hitam akibat kekerasan polisi, Rabu (27/5).