Pemerintah Tiongkok berjanji akan memperkuat pengawasan industri pembayaran daring dan melanjutkan tindakan keras anti-monopoli

oleh -673 views

Pemerintah Tiongkok berjanji akan memperkuat pengawasan industri pembayaran daring dan melanjutkan tindakan keras anti-monopoli, kata gubernur bank sentral. Ia menunjukkan pemerintah akan terus maju dengan tindakan keras regulasi atas perusahaan-perusahaan raksasa teknologi negara itu.

Selama sekitar satu tahun pihak berwenang telah menargetkan berbagai raksasa teknologi lokal. Di antaranya raksasa e-commerce Alibaba, layanan transportasi raksasa Didi Chuxing, dan raksasa pengiriman makanan Meituan, atas dugaan praktik monopoli dan pemanenan data konsumen secara agresif.

Dorongan tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas oleh pemerintah untuk memperketat cengkeramannya pada ekonomi nomor dua dunia itu, termasuk menargetkan perusahaan pendidikan swasta, properti, dan kasino.

“Kami akan terus bekerja sama dengan otoritas anti-monopoli untuk mengekang monopoli dan secara aktif menangani diskriminasi algoritme dan bentuk baru lainnya dari perilaku anti-persaingan,” kata Gubernur Bank Sentral Tiongkok (PBoC) Yi Gang, Jumat (8/10). Ia menyampaikan hal ini dalam pidato utama di konferensi Bank untuk Penyelesaian Internasional tentang pengaturan atas sektor tersebut.

Ia menambahkan, bank sentral akan memperkuat pengawasan industri pembayaran dan meminta semua perusahaan jasa keuangan untuk memiliki lisensi.

“Perusahaan platform teratas di Tiongkok telah memperoleh data besar dari pengguna,” jelas Yi. Ia menambahkan bahwa sifat perusahaan yang menilai pemenang berhak mengambil semua dapat menyebabkan monopoli pasar dan kompromi terhadap efisiensi inovasi.

Regulator Tiongkok pada September 2021 memerintahkan perubahan besar-besaran pada aplikasi pembayaran terbesar di negara itu, Alipay. Sementara Partai Komunis yang berkuasa mencoba untuk mengendalikan pertumbuhan yang tidak terkendali dari raksasa teknologi.

Alipay diminta untuk memecah (spin off) unit usaha pinjaman mikro yang menguntungkan, menurut laporan Financial Times. Adapun perusahaan sistem pembayaran pihak ketiga tersebut telah mencatat lebih dari satu miliar pengguna di Tiongkok dan negara-negara Asia lainnya.

Sebelumnya, penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) perusahaan senilai US$ 37 miliar yang memecahkan rekor oleh perusahaan induknya, Ant Financial, dibatalkan pada menit terakhir oleh regulator pada November 2020.

Ini menyusul kritik pendiri perusahaan, Jack Ma, atas para pejabat karena menghambat inovasi. Ant Financial adalah lengan fintech Alibaba.

Kerajaan bisnis Ma telah ditargetkan dalam tindakan keras yang lebih luas atas perusahaan-perusahaan teknologi. Tujuannya untuk menghancurkan monopoli dan memperkuat keamanan data, yang telah menghapus miliaran dari valuasi perusahaan.

Denda Meituan

Lebih lanjut, pemerintah Tiongkok mengenakan denda atas perusahaan raksasa pengiriman makanan Meituan sebesar 3,4 miliar yuan (setara US$ 527 juta) untuk tuduhan praktik monopoli. Pihaknya juga memerintahkan perusahaan untuk melakukan perbaikan komprehensif, kata pengawas pasar.

Meituan telah mendapat kecaman sejak regulator pasar meluncurkan penyelidikan terhadap grup tersebut pada April 2021. Saat ini, pengawasan khusus diberikan pada kondisi kerja jutaan pengemudi pengiriman, yang kerap dipekerjakan sebagai kontraktor pihak ketiga tanpa perlindungan hukum atau tunjangan pekerja.

Pada Jumat, Administrasi Negara Peraturan Pasar (SAMR) mengatakan dalam sebuah pernyataan secara daring bahwa penyelidikan telah menyimpulkan bahwa perusahaan telah menyalahgunakan posisi pasar dominannya dalam pasar platform pengiriman makanan.

Ia menambahkan bahwa perilaku Meituan menghilangkan dan membatasi persaingan pasar, melemahkan daya inovasi platform, dan merugikan kepentingan konsumen.

Denda 3,4 miliar RMB sama dengan 3% dari penjualan domestik Meituan 2020, kata pengawas.

Pihak berwenang Tiongkok sejak itu memerintahkan platform daring pengiriman makanan untuk menjamin perlindungan tenaga kerja dasar untuk pengendara pengiriman, seperti pendapatan dasar di atas upah minimum dan akses ke pertanggungan asuransi.

Pada September 2021 regulator memerintahkan unit bisnis kendaraan Meituan, bersama dengan sepuluh platform layanan mobil lainnya, untuk menghentikan apa yang disebutnya taktik ekspansi yang tidak teratur dan persaingan yang kejam.

Saham Meituan anjlok 14% pada Juli 2021 setelah aturan baru dikeluarkan untuk melindungi pengemudi yang kesulitan dan memastikan pendapatan pekerja berada di atas tingkat gaji minimum. (afp/eld)

No More Posts Available.

No more pages to load.