Pemilihan presiden (pilpres) bukan hanya sebuah momen yang dinanti masyarakat Indonesia sebagai perayaan pesta demokrasi, tetapi juga ditunggu investor asing untuk mencermati peluang investasi di Indonesia

 Pemilihan presiden (pilpres) bukan hanya sebuah momen yang dinanti masyarakat Indonesia sebagai perayaan pesta demokrasi, tetapi juga ditunggu investor asing untuk mencermati peluang investasi di Indonesia

Ekonomi115 Dilihat

Pemilihan presiden (pilpres) bukan hanya sebuah momen yang dinanti masyarakat Indonesia sebagai perayaan pesta demokrasi, tetapi juga ditunggu investor asing untuk mencermati peluang investasi di Indonesia.

Seusai penyelenggaraan pemungutan suara Pilpres 2024 yang diadakan pada 14 Februari lalu, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menerima permintaan kunjungan dari investor asing.

“Yang paling membanggakan adalah pemilu ini berjalan dengan damai, dengan lancar sehingga bagi investor ini menjadi sesuatu yang menambah kepercayaan,” ungkap Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi IKN Agung Wicaksono di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/2/2024).

Agung mengatakan, pekan ini dia harus bolak-balik IKN-Jakarta sebanyak dua kali untuk mendampingi calon investor asing yang mengunjungi IKN.

“Sebenarnya tidak pernah yang namanya minat ke IKN ini melambat, tetapi kita lihat setelah pemilu ini mereka mulai banyak yang menjadwalkan, setelah pemilu mau ke IKN. Ya sudah, kita siapkan,” ungkapnya.

Investor asing yang menaruh minat berinvestasi di IKN, kata Agung, datang dari berbagai benua dan lintas sektor.

“Yang akan datang nanti ini ada yang dari Jepang, ada yang dari Kazakhstan, kemudian dari beberapa negara Eropa, dan salah satunya dari Indonesia Investment Authority atau INA yang memang oleh presiden diminta untuk bekerja sama bersama kami dalam menarik investor asing terutama dari Timur Tengah,” ucapnya.

Mengenai minat investor untuk berinvestasi di IKN, Agung menjelaskan, saat ini pihaknya telah menerima sebanyak 357 letter of intent (LoI). Namun, tidak semuanya berminat untuk berinvestasi. Untuk itu pihaknya akan segera melakukan seleksi.

“Saat ini jumlah Letter of Intent bertambah terus sekitar 357. Tentu kalau jumlah investasi tidak bisa kita hitung dari LoI karena LoI ini bermacam-macam. Saya buka saja, 357 Letter of intent itu tidak semuanya minat investasi. Harus kita seleksi satu per satu karena ada juga yang tujuannya adalah untuk menawarkan produk, menawarkan jadi vendor,” pungkasnya.