Penanganan Dan Pengendalian Covid – 19 Serta Akselerasi Vaksinasi Massal Di Pekanbaru.

oleh -167 views

ADVERTORIAL 

Dnewsradio.com – Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru mengejar target Vaksinasi Covid-19 setelah habis dilaksanakan Vaksinasi massal di beberapa hotel di Pekanbaru. Ada 5 bus dipersiapkan oleh pemko Pekanbaru untuk mendatangi masyarakat ke rumah untuk penyuntikan vaksin.

Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus, ST., MT menyebutkan bahwa ini adalah sebuah bentuk trobosan door to door .

Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus, ST., MT menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya. Dalam rangka percepatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 maka dari tadi juga sampai hari ini kita kerjasama dan kerja keras kita bersama-sama, ternyata masih belum membuahkan hasil sebagaimana yang kita harapkan bahkan tingkat penularan covid hari terakhir kemarin itu 660 lebih untuk provinsi Riau, kemudian lebih dari 200 untuk kota Pekanbaru. Sehingga provinsi Riau dari kemarin sampai sekarang level tertinggi di Indonesia.

Lanjut Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus, ST., MT bahwa bapak presiden RI sangat peduli dengan kenaikan penularan Covid-19 di provinsi Riau, sehingga presiden RI langsung melakukan kunjungan kerja pada tanggal 19 Mei 2021 yang lalu untuk memberikan semangat dan dorongan kepada kita semua baik pemerintah dan juga masyarakat dan tetap bersama-sama untuk melakukan gerakan memerangi Covid-19 ini.

Maka strategi untuk memerangi Covid-19 ini adalah bagaimana kita bisa saling bersinergi, berkobolarasi dan bekerja sama antara pemerintah dengan masyarakat di semua kalangan dengan cara :

Pertama, disiplin yang tinggi untuk menerapkan protokol kesehatan dengan cara melaksanakan 5M yaitu selalu memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta menghindari perjalanan yang tidak penting. Kemudian pemerintah melaksanakan 3T yaitu melakukan penelusuran atau tresing untuk setiap pasien yang positif di cari kontak langsungnya agar kita bisa melakukan berupa tindakan yang diduga tertular setelah melakukan kontak langsung tresing. Jadi setelah kita menemukan yang tertular maka itu kita lakukan tindakan penyembuhan, baik yang melakukan isolasi mandiri dirumah apabila yang tertular itu dengan tingkat yang ringan, kemudian rumahnya juga bisa menerapkan protokol kesehatan.

Kedua, apabila ringan dan sedang itu ditampung untuk isolasinya ditempat fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, baik yang disediakan oleh pemerintah kota maupun juga provinsi Riau. Kemudian juga untuk yang melakukan isolasi mandiri dirumah itu juga dalam pengawasan petugas oleh pemerintah baik melalui Posko PPKM di kelurahan dan juga Puskesmas untuk memberikan pelayanan dan juga menyampaikan obat-obatan. Kemudian 3T dari pemerintah Tes Tresing dan Traimen, jadi melakukan tes untuk menumbuhkan dan mendapatkan siapa saja yang tertular, kemudian kita lakukan tindakan untuk pengobatan bagi yang tertular.

Sekali lagi kita cari telusuri siapa saja yang kontak supaya kita bisa memutus mata rantai agar yang kontak itu diduga positif, apakah dia positif atau negatif, supaya tidak tertular bagi yang lain.

Ketiga, testing, tresing dan treatment.

Langkah berikutnya adalah membangun imun secara massal agar tetap membangun kekebalan secara massal. Tindakan ini agar bisa membangun imun itu maka wajib dilakukan vaksinasi, disamping kita setiap hari dengan melaksanakan perilaku hidup sehat dan untuk meningkatkan imun kita, maka vaksinasi wajib dari 1,136,000 masyarakat kota Pekanbaru yang tercatat di catatan sipil itu 730,000 itu sudah kita vaksin 100,000 sehingga masih ada 630,000 kurang lebih untuk kita vaksin sampai pada bulan Desember 2021 mendatang, maka dalam 7 bulan kedepan ini kita targetkan setiap bulan kita vaksin 100,000 warga.

Maka kami secara lisan menganjurkan kepada menteri Kesehatan dan juga bapak presiden RI untuk memberikan kepada masyarakat kota Pekanbaru melalui pemerintah provinsi dan kota sebanyak 100,000 vaksin per bulan untuk suntikan pertama, tapi kalau 630,000 x 2 berarti kita butuh totalnya 1,300,000 dosis, maka oleh sebab itu disamping kita melakukan pelayanan reguler vaksin setiap hari di 21 puskesmas, rumah sakit serta tempat klinik yang lain yang telah bekerjasama, kemudian untuk aksilarasi kita juga melakukan vaksinasi massal, pertama melalui tempat-tempat yang telah kita lakukan, ada yang di hotel, gedung PGRI kota Pekanbaru, stadion olahraga rumbai, kemudian kita juga masuk ke kampus, seperti hari ini sudah dilaksanakan Vaksinasi massal di kampus UIN Suska Riau dengan target 1500, dengan jumlah mahasiswa 32,000 dan tenaga pengajar 1500 dan ditambah 3 orang keluarga berarti jumlah seluruhnya 5000 dan ditambah lagi masyarakat yang berada di sekitar kampus. Karena ini juga tidak lepas dari kontak dengan masyarakat itu sendiri, maka masyarakat di sekitar kampus tetap di laksanakan vaksin.

Dan setelah itu kita lanjutkan vaksin di kampus UIR dengan target juga 1500 dengan jumlah mahasiswa lebih dari 30000, jadi dua kampus tersebut kita menyediakan diatas 50,000 sesuai dengan bagian dari jumlah 630000 masyarakat yang harus di vaksin. Maka oleh sebab itu selalu pelayanan reguler, kemudian percepatan di tempat-tempat khusus, kita juga menyediakan pelayanan keliling dan ini memperkuat PPKM, jadi kekuatan kita dalam memerangi Covid-19 ini, pertama basisnya adalah di RW dan kelurahan, maka Pos PPKM yang dikomandoi oleh camat dan lurah kemudian diawasi oleh TNI-Polri beserta Tim Covid-19 Kota Pekanbaru, maka ini adalah benteng utama kita dalam memerangi Covid-19. Kemudian 5 bus vaksinasi keliling ini adalah bagian dari penguatan benteng tersebut yang akan dapat melayani vaksinasi sampai ke RT RW yang masih dalam kondisi zona merah. Semoga maksimal yang kita sediakan dan bisa didukung oleh masyarakat dan tentunya juga bersama Tim Covid-19 Kota Pekanbaru dan juga didukung dan diawasi dan dibina oleh Tim Covid-19 provinsi Riau, mari sama-sama kita untuk menekan penyebaran Covid-19 kemudian harapan kita disamping kita harus menekan penularan Covid-19 di satu sisi kita juga menjadi target oleh pemerintah melalui presiden RI, semoga di kuartal kedua dan tiga pertumbuhan ekonomi bisa mencapai menjadi 7 persen.
( JHarianja )

No More Posts Available.

No more pages to load.