PENERIMAAN BANTUAN PKH DIDUGA MASIH BANYAK PEMOTONGAN YANG BERKEDOK KEGIATAN KELOMPOK

0 139

PESAWARAN, D News Radio Com, penerimaan Bantuan PKH (program keluarga harapan) akhir akhir ini banyak menuai Polemik dari penerima yang diduga kurang tepat sasaran juga, dengan masalah iuran yang dilakukan, oleh ketua kelompok, yang tampa musyawarah atau berita acara persetujuan dari KPM(kelompok penerima manfaat) kamis 12 september 2019.

Bantuan program keluarga harapan atau yang dikenal dengan PKH saat ini masih hangat dibicarakan oleh masyarakat maupun dari Kelompok penerima manfaat, selain diduga masih kurang tepat sasaran juga, diduga menjadi praktik pungutan liar (pungli) yang beralasan untuk kepentingan atau kebutuhan kelompok penerima bantuan tersebut, seperti yang terjadi didesa sukadadi  Kecamatan Gedong tataan Kabupaten Pesawaran

Hal ini diungkapkan oleh  Warga yang menerima bantuan penerima program harapan (PKH) Yang berinisial Fm dan si warga dusun 1 Desa Sukadadi kecamatan gedong tataan kepada awak media D News radio Com mengaku bahwa, dirinya selalu mendapat diambil potongan, setiap habis Pengambilan uang tersebut dan potongan itu bervariasi kalau dapet nya besar maka diminta besar kalau kecil ya kecil tapi yang sering berkisar Rp 50″000 (lima puluh ribu rupiah) dengan alasan untuk Arisan dan  Uang pembelian baju seragam kaos, namun sampai Saat ini suadah Satu tahun lebih kaos tersebut belum diterima  Bahkan ketika menerima arisan pun mereka belum menerima, uang sepeserpun dari arisan tersebut ujarnya

Di lain sisi warsini selaku  Ketua kelompok PKH saat ditemui awak media di kediamannya  Tentang adanya pemotongan tersebut Dirinya mengelak dan tidak pernah memotong atau pun meminta kepada penerima bantuan tersebut tapi dirinya mengaku kalau adanya pemotongan iuran sebesar Rp 60 000, (enam puluh ribu rupiah) untuk pembelian  Baju kaos seragam PKH.

Dan juga dia membenarkan adanya arisan yang memang belum di bayar kan sampai saat ini kepada penerimanya, dan ketika ditanya tentang berita acara persetujuan dari KPM (kelompok penerima manfaat) tentang iuran pembelian baju kaos dirinya mengatakan tidak ada Yang aneh nya lagi ditanya oleh awak media lalu disuruh siapa pemotongan iuran untuk  Pembelian baju kaos tersebut dirinya menyebutkan disuruh pendamping nya yaitu pak selamet, lalu yang sudah satu tahun ini kaos nya dimana kok  KPM belum menerima  Kaos tersebut lalu ia jawab tinggal ngambil  di pak selamet jawabnya Ketika di tanya nomer tlpn hp pak selamet dia nggak ada nomernya di Bawah oleh suami nya ujarnya.

Dilihat dari hasil konfirmasi awak media Yang turun dilapangan  Ada kecurigaan dan diduga dalam penerimaan, bantuan tersebut ada praktik pungutan liar (pungli)  Dan diharapkan kepada dinas yang terkait agar segera meluruskan dan memanggil ketua kelompok serta pendamping nya untuk Mengklafirikasi masalah tersebut (tejo)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ