Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) menggelar Indonesian Olimpyc Trial

oleh -663 views

Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) menggelar Indonesian Olimpyc Trial (IOT) untuk mencari wakil perenang Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade 2021 Tokyo, melalui jalur universality atau wild card. Indonesia Olympic Trial ini berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Sabtu hingga Minggu, 19-20 Juni 2021. IOC ini menerapkan protokol kesehatan ketat, mulai dari swabantigen untuk semua yang masuk serta kapasitas dibatasi untuk menghindari kerumunan.

Ini merupakan event awal akuatik di bawah pimpinan Ketua Umum Anin Bakrie yang kembali terpilih memimpin PB PRSI periode 2021-2025.

“IOT terbagi dua sesi, babak penyisihan pukul 09.00 WIB serta babak semifinal dan final pukul 16.00 WIB,” kata ujar Pelatih Timnas Renang, Albert Sutanto dalam keteranganna Sabtu (19/6/2021).

Dari IOT ini, nantinya akan dipilih dua perenang terbaik Indonesia yakni satu putra dan satu putri yang akan didaftarkan untuk bisa berlaga di Olimpiade Tokyo, 23 Juli – 8 Agustus 2021.

Adapun enam perenang yang tengah mengikuti pemusatan pelatnas Olimpiade Tokyo adalah I Gede Siman Sudartawa, Glen Victor Susanto, Triady Fauzi Sidiq, Aflah Fadalan Prawira, Farrel Armandio Tangkas dan Azzahra Permatahani. Mereka berjibaku berusaha meraih catatan terbaik supaya bisa meraih tiket Olimpiade 2021 Tokyo, bersama belasan perenang nasional lainnya.

“Ada sistem poin FINA untuk menentukan yang terbaik satu putra dan satu putri sebagai wakil Indonesia. Karena pandemi, jadi catatan sebelumnya tidak berlaku. Kita tidak tahu akibat pandemi mereka berlatih atau tidak. Jadi time trial ini yang menentukan waktu terbaik para atlet yang terbaru,” kata dia.

Wakil Ketua Umum PB PRSI, Reswanda menjelaskan banyaknya event kualifikasi Olimpiade yang batal di berbagai negara karena pandemi, membuat atlet kesulitan mencari kompetisi bergengsi. “Dengan berlangsungnya Indonesian Olimpyc Trial ini, maka terbuka kesempatan bagi seluruh atlet untuk membuktikan catatan terbaik mereka. Jadi tidak ada alasan pandemi lalu kehilangan kesempatan menunjukan waktu terbaik akibat event-event dunia yang dihapus. Ini juga sudah disetujui FINA untuk digelar akhir pekan ini,” papar Reswanda.

Ditambahkan Albert, jika belum berhasil meraih tiket Olimpiade, para perenang masih punya kesempatan dengan membukukan catatan waktu Limit-B, yang kemudian akan diumumkan FINA.

Untuk mencapai hasil terbaik, para perenang sendiri harus melewati tiga tahapan yakni babak penyisihan, semifinal dan final.

No More Posts Available.

No more pages to load.