Peningkatan kasus aktif Covid-19 menyebabkan stok oksigen rentan mengalami kelangkaan

oleh -306 views

Peningkatan kasus aktif Covid-19 menyebabkan stok oksigen rentan mengalami kelangkaan, sehingga pemerintah memprioritaskan pasokan yang ada untuk keperluan medis semata.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan industri lain yang membutuhkan pasokan oksigen, termasuk juga pengelasan, harus mengalah untuk sementara ini demi urgensi masalah kesehatan yang perlu segera ditangani.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat meninjau ketersediaan stok di dua perusahaan pengisian dan distributor oksigen di Lampung, yaitu Perusahaan Lampung Gas dan PT Aneka Gas Industri Lampung, pada Kamis (8/7/2021).

Muhadjir mengatakan sesuai dengan kebijakan pemerintah, distribusi oksigen saat ini harus 100% dialokasikan untuk keperluan medis, utamanya dalam penanganan wabah Covid-19.

“Tadi saya sudah cek di pusat pengisian dan juga distributor. Mereka sudah menyatakan bahwa memang sekarang kebutuhan di sektor industri maupun untuk las juga sudah dihentikan. Jadi botol-botol yang biasa untuk tukang las sekarang digunakan untuk kebutuhan rumah sakit,” kata Muhadjir .

Oleh karena itu, Muhadjir juga meminta pemerintah provinsi Lampung dan RSUD Abdul Moeloek agar bisa mengantisipasi kebutuhan oksigen yang semakin meningkat setiap harinya.

“Saya sudah lapor ke Pak Gubernur supaya diberi jalan keluar. Jangan sampai kebutuhan oksigen baik untuk rumah sakit maupun masyarakat terutama yang sedang melakukan isolasi mandiri tidak bisa terpenuhi. Karena oksigen ini adalah kebutuhan vital terutama bagi mereka yang sekarang menderita Covid-19,” ucapnya.

Selain itu, dalam pengecekan oksigen di RSUD Abdul Moeloek, Muhadjir juga mendapatkan laporan ketersediaan stok oksigen sudah menipis.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Gubernur Arinal Djunaidi untuk dapat mencari solusi dalam memenuhi dan menjaga stok oksigen di provinsinya.

“Saya juga tadi mengecek tangki liquid yang ada di RS Abdul Moeloek dengan bu direktur (Hairani, red) dan tadi berdasarkan laporan kebutuhannya sudah semakin menipis. Karena itu pak gubernur sudah ada inisiatif mudah-mudahan itu menjadi jalan keluar,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Arinal mengatakan saat ini pihaknya juga sudah menyiapkan solusi untuk tetap menjaga ketersediaan oksigen. Dia juga telah meminta pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung untuk menginventarisasi kebutuhan oksigen.

“Solusinya insyaallah akan terpenuhi sesuai kebutuhan. Karena saya minta kepada kepala dinas kesehatan untuk menginventarisasi semua RS sekarang ini yang ada, baik rujukan atau tidak, berapa kebutuhannya. Dari kebutuhan itu nanti saya akan minta ke suatu tempat yang insyaallah akan kita dapatkan,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.