Penyanyi serta presenter terkenal Surya Utama atau yang akrab disapa Uya Kuya mengaku Covid-19 hampir merenggut nyawanya pada awal Januari 2021 lalu

oleh -1.438 views

Penyanyi serta presenter terkenal Surya Utama atau yang akrab disapa Uya Kuya mengaku Covid-19 hampir merenggut nyawanya pada awal Januari 2021 lalu. Bagi Uya dan keluarga, itu merupakan cobaan paling berat yang pernah mereka alami selama ini.

Hal itu diungkapkan Uya dalam unggahan terbarunya di kanal youtube Uya Kuya yang diunggahnya, Minggu (14/2/2021).

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kita minta maaf sebelumnya karena kita selama sebulan ini sekeluarga vakum dari YouTube, media sosial juga, TV, enggak ada di mana pun. Ada kejadian sangat besar, mengerikan, menyeramkan bagi keluarga kita, kita kena musibah dan cobaan. Kita, saya khususnya, berjuang antara hidup atau mati. Tanggal 10 Januari kemarin saya mengalami demam, nggak enak badan, nggak tahu kenapa pada saat itu saya sudah berpikir kena Covid,” ungkap Uya yang mengaku telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Tak hanya dirinya yang terpapar Covid-19, istri Uya Kuya, Astrid Khairunisha juga mengaku juga sempat terpapar Covid-19 meski tak separah yang dialami sang suami.

“Jadi setelah ada gejala itu (Covid-19), aku sama Uya memutuskan untuk menjalani isolasi mandiri di apartemen. Saat itu, Uya badannya sempat demam dari mulai 37 terus naik 38 dan terakhir 39 dan hampir 40 derajat. Saat itu, saya sedang pipis (buang air kecil), aku melihat Mas Uya itu lagi tidur nyenyak. Saat dia (Uya Kuya) bangun, dia sempat nyari aku tapi tiba-tba terjatuh dan matanya sempat mendelik (ke atas), mukanya pucat, bibir pucat. Di situ aku sempat panik dan sempat memanggil-manggil dia,” cerita Astrid.

Ia pun spontan menelepon dokter untuk segera datang. “Saat itu aku sempat bilang kamu harus sadar, kamu harus kuat. Dan aku cek suhu tubuhnya saat itu 39 derajat lebih,” tambahnya.

728×90 Leaderbord

Akibat kondisinya yang memburuk, Uya sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.

“Saat itu saturasi oksigen saya turun hingga di bawah 90. Akhirnya dokter angkat tangan dan bilang ini harus dibawa ke rumah sakit. Saat itu aku gak ingat sama sekali kejadiannya, dan ketika aku membaik, Astrid cerita bahwa aku sudah ada di rumah sakit dan tak sadarkan diri 5-6 hari lamanya. Alhamdulillah setelah itu semua, aku berdua Astrid akhirnya dinyatakan negatif dan kondisiku juga langsung membaik. Alhamdulillah masih dikasih kesempatan sama Allah,” tandas Uya.