Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menuai kecaman

oleh -673 views

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menuai kecaman pada Kamis (2/12/2021) setelah istri dan anak-anaknya terbang berlibur ke luar negeri. Seperti dilaporkan RT, peristiwa itu hanya selang beberapa hari setelah pemimpin Israel itu mendesak warganya untuk menghindari perjalanan internasional karena varian Omicron.

“Saya tidak akan merekomendasikan terbang ke luar negeri sekarang di tengah tingkat ketidakpastian seperti ini,” kata Bennett Jumat lalu ketika penemuan varian Covid-19 supermutan baru, Omicron, di Afrika Selatan menyebabkan kepanikan dan larangan bepergian di seluruh dunia.

Gilat Bennett dan anak-anaknya berangkat pada Rabu (1/12) untuk kunjungan pribadi, memicu badai kritik terhadap perdana menteri karena keluarganya sendiri tidak mengikuti pedoman negara sendiri.

“Saat ini, kami harus menunjukkan tanggung jawab khusus yakni kami sebagai pemerintah dan Anda sebagai warga negara. Untuk berdiri bersama, untuk saling bertanggung jawab, untuk berhati-hati,” tegasnya.

Itu sebabnya oposisi pemerintah, dan bahkan beberapa di koalisi yang berkuasa, bereaksi sangat marah setelah diumumkan pada Rabu bahwa istri Bennett, Gilat dan keempat anak mereka masih akan pergi berlibur ke luar negeri.

“Begitulah ketika kebohongan politik menjadi norma dan contoh pribadi diinjak-injak secara publik,” kecam Israel Katz, anggota parlemen dari partai Likud mantan PM Benjamin Netanyahu, menulis di Twitter.

Lembaga penyiaran publik Kan melaporkan, beberapa menteri kabinet juga tidak senang dengan perjalanan itu. Kan bersikeras bahwa tindakan itu hanya akan mendorong orang Israel untuk mengabaikan rekomendasi dari pemerintah dan mengecam PM karena tidak memberi contoh.

“Setidaknya salah satu pejabat di kantor Bennett telah mencoba membujuk Gilat untuk tidak melakukan perjalanan yang kontroversial, tetapi dia menolak untuk membatalkan,” lapor Channel 12 Israel.

Sebaliknya, Bennett membela pilihan liburan sang istri dalam satu pesan di Facebook. “Sejak Jumat, kami telah belajar lebih banyak tentang varian dan di negara mana penyebarannya, dan kabinet membuat keputusan tentang negara mana yang diizinkan untuk bepergian dan di bawah kondisi mana,” dalihnya.

Kabinet virus corona Israel bertemu pada Sabtu (27/11), menutup negara itu untuk kedatangan pelancong asing atas varian Omicron. Namun otoritas mengizinkan warga Israel untuk terbang masuk dan keluar. Negara Yahudi ini sebelumnya menetapkan sebagian besar Afrika sebagai “zona merah”, bukan hanya Afrika Selatan.

PM mengatakan tujuan awal keluarganya berada di bawah batasan dan mereka harus segera mencari opsi lain. Menurut laporan media, Gilat dan anak-anak berencana pergi ke Mauritius. Tujuan baru wisata mereka belum diumumkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.