Perjuangan timnas basket putri 3×3 Indonesia mengejar tiket Olimpiade Tokyo 2020

oleh -364 views

Perjuangan timnas basket putri 3×3 Indonesia mengejar tiket Olimpiade Tokyo 2020 dimulai hari ini, Kamis (27/5/2021). Hari pertama di turnamen kualifikasi Olimpiade Tokyo, mereka langsung ditunggu dua tim besar di lapangan utama, Graz, Austria. Melawan Amerika Serikat (AS) pada pukul 16.00 WIB dan berhadapan dengan Jerman pada 18.00 WIB.

Saat ini, AS memimpin peringkat utama di FIBA. Sedangkan Jerman ada di peringkat 37 dunia. Adapun Indonesia ada di posisi ke-73.

“Amerika dan Jerman adalah tim langganan juara yang didominasi pemain WNBA, sizeskill dan pengalaman,” jelas July Wong, pelatih timnas putri dalam keterangan resminya,pada Kamis (27/5/2021).

Melawan tim besar, July meminta anak asuhnya untuk tetap semangat. Jangan sampai minder. Para pemain harus terus berikan perlawanan selama pertandingan. Jangan sampai menyerah sebelum pertandingan usai.

“Persiapan kami 1,5 bulan di Surabaya. Sebagai coaching staff, kami sudah berikan semua materi latihan. Melawan Amerika, kami cuma menuntut buat fight, berusaha, berikan yang terbaik dan never give up,” ungkap July.

Di Austria, lawan Indonesia tidak hanya menghadapi lawan yang kuat. Di sana, Dyah Lerstari dkk juga dihadapkan dengan cuaca yang tidak pernah ada di Indonesia.

Sejak menginjakan kaki di Austria, para Srikandi Indonesia sudah disambut udara dingin khas Eropa. Bahkan saat latihan, mereka di harus merasakan dinginnya suhu 6 derajat celcius.

Namun semuanya sementara ini bisa diatasi dengan baik. Pemain dalam kondisi sehat tidak ada keluhan apapun. Mereka sudah siap bertarung demi Merah Putih. Apalagi, pelatih July sudah menemukan solusi atasi dinginnya suhu di Austria.

“Suhu di sini ya lumayan dingin dan anginnya kencang seperti saat kita latihan itu suhunya 6 derajat. Untuk atasi masalah ini, para pemain pemanasannya harus ekstra sebelum mulai latihan maupun jelang pertandingan,” terang July.

Di Austria, lawan Indonesia tidak hanya menghadapi lawan yang kuat. Di sana, Dyah Lerstari dkk juga dihadapkan dengan cuaca yang tidak pernah ada di Indonesia.

Sejak menginjakan kaki di Austria, para Srikandi Indonesia sudah disambut udara dingin khas Eropa. Bahkan saat latihan, mereka di harus merasakan dinginnya suhu 6 derajat celcius.

Namun semuanya sementara ini bisa diatasi dengan baik. Pemain dalam kondisi sehat tidak ada keluhan apapun. Mereka sudah siap bertarung demi Merah Putih. Apalagi, pelatih July sudah menemukan solusi atasi dinginnya suhu di Austria.

“Suhu di sini ya lumayan dingin dan anginnya kencang seperti saat kita latihan itu suhunya 6 derajat. Untuk atasi masalah ini, para pemain pemanasannya harus ekstra sebelum mulai latihan maupun jelang pertandingan,” terang July.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.