Perkembangan telepon seluler atau ponsel semakin hari semakin canggih dan disertai dengan teknologi terbaik

oleh -514 views

Perkembangan telepon seluler atau ponsel semakin hari semakin canggih dan disertai dengan teknologi terbaik. Tentunya tidaklah mengherankan, jika kemudian banyak merek ponsel android yang saling berlomba untuk menggaet konsumen.

Tingginya persaingan teknologi dan kecanggihan ponsel, membuat beberapa model ponsel menjadi favorit dan unggulan di tengah masyarakat. Hal ini tidak hanya berdampak bagus bagi perusahaan ponsel tersebut. Namun, dari sisi negatifnya, membuat jenis ponsel tersebut rentan untuk di palsukan.

Tercatat, ada beberapa jenis ponsel yang rentan untuk ditiru bentuk maupun teknologi yang dimilikinya. Adapun tiga jenis atau model ponsel teratas yang paling sering menjadi sasaran untuk dibuat tiruan adalah Samsung, iPhone serta Xiaomi.

Tiga merek ponsel tersebut, termasuk yang saat ini memang menjadi favorit masyarakat dunia. Mirisnya, jenis handphone atau hp tersebut, banyak dibuat tiruan dengan kisaran harga yang relatif lebih murah.

Secara spesifik, untuk jenis hp Samsung yang sering dipalsukan adalah jenis Samsung W2019. Menurut aplikasi benchmark asal Tiongkok, Master Lu, ponsel Samsung W2019 ini telah dipalsukan sebanyak 489 kali dari total keseluruhan sampel.

Seperti diketahui, Samsung W2019 adalah ponsel dengan model clamshell atau ponsel lipat yang dikeluarkan oleh pihak Samsung pada tahun 2018. Ponsel lipat ini ditujukan untuk merangkul segmen kelas atas.

Jenis ponsel selanjutnya yang sering ditiru adalah iPhone X yang telah terdeteksi sebanyak 246 kali dipalsukan. Selain itu, juga model iPhone 8 dengan total 213 kali. Sementara, iPhone XS Max ditiru sebanyak 172 kali.

728×90 Leaderbord

Sedangkan jenis terakhir yang sering banyak ditiru adalah Xiaomi terutama untuk jenis Xiaomi Mi Max 3 yang telah ditiru sebanyak 127 kali.

Dilansir dari laman Gizmochina, Rabu (6/1/2021), aplikasi benchmark Master Lu diketahui mempunyai kemampuan untuk melakukan sejumlah rincian informasi yang tidak dapat dibaca dari menu tentang ponsel. Dari menu informasi tersebut, kemudian dijadikan acuan untuk mendeteksi apakah ponsel tersebut asli atau hanya tiruan, atau telah dipalsukan.

Master Lu juga menemukan bahwa ponsel-ponsel palsu tersebut kini lebih banyak diedarkan di wilayah Tiongkok yakni di Guangdong, Shandong, Henan, Hebei, Sichuan, Jiangsu dan beberapa wilayah lainnya.