Perkuat TNI AL, Danlantamal V Hadiri Delevery Ceremony KAL Hinako dan KAL Sembulungan

Perkuat TNI AL, Danlantamal V Hadiri Delevery Ceremony KAL Hinako dan KAL Sembulungan

Daerah62 Dilihat

 

Guna meningkatkan keamanan di wilayah perairan Indonesia TNI AL menerima perkuatan dengan hadirnya dua buah Kapal Angkatan Laut (KAL), Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Brigjen TNI Marinir Joni Sulistiawan, S. H., M. Han., menghadiri Delevery Ceremony KAL Hinako dan KAL Sembulungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di Galangan Kapal PT. Citra Shipyard Kepulauan Riau Batam. Jumat( 16/02/2024).

Kapal Angkatan Laut 28 Meter atau yang lebih dikenal dengan sebutan KAL 28 M merupakan salah satu jenis kapal perang karya putra putri bangsa yang dibangun di Galangan PT Citra Shipyard ini akan memperkuat Lanal Banyuwangi, Lantamal V Surabaya II-5-42 (KAL Sembulungan) dan Lanal Nias, Lantamal II Padang I-2-19 (KAL Hinako).

Dua Unit KAL 28 M Aluminium Hasil Pengadaan Disadal TA 2022-2023 sebagai Kapal Angkatan Laut. Kapal tersebut memiliki spesifikasi teknis yaitu panjang 28 meter, lebar 5,85 meter, displacement 70 ton, kecepatan maksimum 28 Knots, kecepatan jelajah 18 Knots, kecepatan ekonomis 13,50 Knots, endurance 3-4 Hari, mampu membawa 15 personel dan menampung bahan bakar dengan kapasitas mencapai 16.000 liter.

KAL 28 M ini memiliki beberapa keunggulan yaitu diperkuat dengan satu unit meriam 20 mm dan dua unit meriam 12,7 mm serta mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca. Selain itu, dengan kecepatan 28 knots dan kelincahan yang dimiliki KAL 28 M ini mampu memenuhi berbagai misi operasi baik infiltrasi, eksfiltrasi maupun misi SAR secara sangat baik.

TNI AL berkomitmen untuk melaksanakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta mengurangi produk impor. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dimana langkah ini diambil guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, sekaligus sebagai wujud kemandirian bangsa dalam pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global.