Pertandingan sepak bola liga antarkampung atau tarkam yang memperebutkan piala wali kota Tangerang di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang berujung ricuh

Olahraga266 Dilihat

Pertandingan sepak bola liga antarkampung atau tarkam yang memperebutkan piala wali kota Tangerang di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang berujung ricuh, Senin, (15/5/2023).

Kericuhan itu dipicu karena salah satu kesebelasan tak terima atas keputusan wasit yang memimpin laga tersebut.

Salah satu penonton bernama Rangga mengatakan pertandingan tersebut mempertemukan kesebelasan Kelurahan Kebon Besar melawan Kelurahan Sukarasa di babak 16 besar.

Pertandingan awalnya berjalan kondusif. Tim Sukarasa unggul 2-0 di paruh babak pertama. Pertandingan mulai memanas ketika wasit menjatuhi hukuman penalti untuk Sukarasa dua kali berturut-turut yang membuat hasil imbang di babak pertama.

Official salah satu tim (Kebon Besar) ada yang masuk ngegandeng wasit. Jadi akhirnya tim official lain marah, maksudnya enggak boleh gitu seolah-olah enggak terima. Akhirnya suporter yang pada rusuh,” katanya.

Lebih lanjut Rangga mengatakan pertandingan tetap dilanjutkan meski tak kondusif dengan kesepakatan tidak ada kericuhan. Pertandingan berakhir imbang 3-3 di waktu normal.

Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti yang berakhir dengan kemenangan Kelurahan Sukarasa 3-1 atas Kebon Besar.

Namun, kericuhan pun kembali terjadi di luar stadion setelah pertandingan usai. Rangga menuturkan, tak terlihat ada pengamanan di stadion.

“Kejadian kedua terjadi lagi di luar stadion. Kalau di kejadian pertama di dalam enggak ada kemanan, enggak ada polisi,” ucapnya.

Beruntung tak ada korban dalam kejadian ini. Satpol PP langsung menerjunkan pasukan untuk melerai kelompok yang bertikai.

Dia berharap untuk pertandingan selanjutnya harus dilakukan pengamanan. Terutama di pertandingan 8 besar hingga final yang kemungkinan lebih memanas.

“Seharusnya siapa pun yang masuk ke stadion ya kalai bisa diperintah, dan juga keamanan perlu. Kalau pengamanan ada polisi dan trambtib juga adu cekcok mulut enggak bakal terjadi kayaknya,” katanya.Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Rio Mikael Tobing mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait peristiwa itu.

“Itu terkait pertandingan bola piala wali kota, terkait dengan kejadian silakan komunikasi dengan kepala dinas pemuda dan olahraga. Di kami belum ada laporan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *