Perusahaan teknologi Cisco mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk tenaga kerjanya secara global sebesar 5%,

Perusahaan teknologi Cisco mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk tenaga kerjanya secara global sebesar 5%,

Ekonomi80 Dilihat

Perusahaan teknologi Cisco mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk tenaga kerjanya secara global sebesar 5%, atau setara dengan lebih dari 4.000 karyawan. Selain itu, Cisco juga menurunkan target pendapatannya untuk tahun ini.

Dilansir dari Reuters, Kamis (15/2/2025), keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tantangan ekonomi yang sulit, yang telah mengakibatkan ribuan orang kehilangan pekerjaan di sektor teknologi.

Saham perusahaan ini turun lebih dari 5% pada Rabu (14/2/2024) setelah Cisco merevisi perkiraan pendapatannya menjadi US$ 51,5 miliar hingga US$ 52,5 miliar, dari sebelumnya US$ 53,8 miliar hingga US$ 55 miliar.

CEO Charles Robbins menjelaskan, penurunan ini terutama dipengaruhi oleh lemahnya permintaan dari pelanggan penyedia layanan telekomunikasi dan kabel mereka.

Para analis memperkirakan permintaan terhadap produk Cisco akan tetap rendah karena klien di industri telekomunikasi berusaha membatasi pengeluaran mereka dan lebih memprioritaskan mengurangi persediaan peralatan jaringan yang berlebihan.

Seorang analis di Third Bridge, Joe Brunetto memperkirakan penumpukan inventaris perangkat keras jaringan kemungkinan akan diatasi pada paruh kedua 2024 atau awal tahun 2025.

Sementara itu, Cisco tengah fokus pada pengembangan kecerdasan buatan dan kemitraan dengan Nvidia untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. CEO Robbins juga mengumumkan kemitraan dengan Nvidia untuk menggunakan teknologi ethernet Cisco dalam aplikasi AI dan pusat data.

Biaya yang terkait dengan pemutusan hubungan kerja ini diperkirakan mencapai US$ 800 juta sebelum pajak, yang meliputi pesangon dan biaya lainnya.