Phil Foden mengakui kepercayaan untuk tampil lebih sering di tim utama menjadi kunci sukses performanya musim ini

Phil Foden mengakui kepercayaan untuk tampil lebih sering di tim utama menjadi kunci sukses performanya musim ini

Olahraga71 Dilihat

Phil Foden mengakui kepercayaan untuk tampil lebih sering di tim utama menjadi kunci sukses performanya musim ini. Musim lalu, dia hanya tampil hanya sesekali sebagai starter. Namun, musim ini ini dia tampil hampir di semua pertandingan sejak awal.

Dia juga mencetak gol terakhir timnya saat menang 3-1 di kandang Kopenhagen dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (14/2/2023) dini hari WIB. Dua gol lainnya skuad asuhan Pep Guardiola ini dilesakkan Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva. Gol balasan tuan rumah dicetak Magnus Mattsonn.

Playmaker berusia 23 tahun ini telah menjadi starter reguler dalam beberapa bulan terakhir meski bersaing memperebutkan tempat dengan pemain seperti Kevin De Bruyne, Jack Grealish, dan Bernardo Silva.

Foden menggarisbawahi pentingnya gol dalam laga di Stadion Parken. Kemenangan di kandang lawan ini membuat Man City menempatkan satu kaki di perempat final.

Ditanya apakah dia pernah merasa lebih penting saat ini, Foden menjawab,”Saya rasa tidak. Musim ini adalah pertandingan paling banyak yang pernah saya mainkan dalam semusim selama berseragam City,” katanya.

“Saat memainkan setiap pertandingan, saya bisa mendapatkan banyak ritme. Saya merasa baik tahun ini dan saya membantu tim sebaik mungkin,” kata anggota timnas Inggris ini.

Foden yakin kunci penampilan impresifnya terletak pada konsistensinya sebagai starter, bukan pada keputusan taktis Guardiola yang menurunkannya di posisi sentral.

“Ketika menjalani pertandingan, Anda akan menemukan diri sendiri dan mulai menjalin koneksi dengan pemain lain. Saya pertama kali mulai bermain sebagai penyerang, tetapi hari ini saya bermain melebar dan melakukan pekerjaan dengan baik,” ujarnya.

Foden biasanya bermain di sayap atau posisi nomor 10 sejak tampil membela Man City. Namun, dia kini merasa lebih nyaman bermain sebagai titik tumpu.

“Saya merasa hidup. Saya merasa selalu terlibat dalam permainan. Saya bisa mendapatkan bola, memainkan beberapa umpan yang bagus, dan membangun kepercayaan diri. Jika bermain di sayap, Anda harus menunggu bola,” ungkapnya.