Pihak berwenang Ukraina menyatakan telah menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam serangan rudal yang menewaskan sedikitnya 11 orang

Pihak berwenang Ukraina menyatakan telah menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam serangan rudal yang menewaskan sedikitnya 11 orang

INTERNATIONAL274 Dilihat

Pihak berwenang Ukraina, Rabu (28/6/2023), menyatakan telah menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam serangan rudal yang menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk tiga remaja. Serangan rudal itu terjaid di sebuah restoran pizza populer di Kota Kramatorsk, timur Ukraina.

Serangan yang terjadi pada Selasa (27/6/2023) malam di Kramatorsk menyebabkan 61 orang lainnya terluka. Serangan ini merupakan pengeboman terbaru yang dilakukan Rusia dalam konflik yang telah berlangsung selama 16 bulan ini.

Meskipun terjadi gejolak politik dan militer di Rusia setelah terjadinya pemberontakan bersenjata singkat di akhir pekan lalu, Kremlin tampaknya tidak meredakan serangan udara ke Ukraina. Serangan-serangan yang terjadi di seluruh Ukraina pada Selasa malam dan Rabu pagi menunjukkan hal ini.

Meskipun demikian, Ukraina belum menunjukkan tindakan militer yang jelas untuk memanfaatkan situasi tersebut. Pemerintah Ukraina telah menjaga kerahasiaan mengenai perkembangan medan perang terbaru, sementara mereka berusaha untuk mempertahankan momentum dalam serangan balasan yang baru saja mereka luncurkan.

Pemberontakan yang dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin, pimpinan tentara swasta Grup Wagner yang terdiri dari narapidana dan tentara bayaran, telah mengguncang Kremlin. Wagner memiliki peran tempur penting bagi Rusia di Ukraina. Pemberontakan ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap cengkeraman kekuasaan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Prigozhin dikabarkan telah pergi ke pengasingan di negara tetangga Belarusia pada Selasa lalu, menurut Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Kepergian Prigozhin setelah Rusia menyatakan bahwa ia tidak akan dihadapkan pada dakwaan atas keterlibatannya dalam pemberontakan tersebut.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, pemberontakan Grup Wagner itu telah melemahkan Putin.

Sementara, dalam serangan di Kramatorsk, dua saudara perempuan berusia 14 tahun termasuk di antara korban yang tewas. “Rudal Rusia telah menghentikan detak jantung dari dua malaikat,” tulis Departemen Pendidikan Dewan Kota di Telegram.

Jaksa Agung Andrii Kostin juga mengonfirmasi bahwa seorang remaja berusia 17 tahun turut tewas dalam serangan tersebut. Selain menewaskan 11 orang, serangan ini juga merusak 18 gedung bertingkat, 65 rumah, lima sekolah, dua taman kanak-kanak, pusat perbelanjaan, gedung administrasi, dan gedung rekreasi.

Tim penyelamat masih terus mencari puing-puing untuk menemukan korban yang tewas dan korban selamat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *