Platform media sosial Meta, Instagram, berencana merilis aplikasi berbasis teks yang akan bersaing dengan Twitter

TEKNOLOGI490 Dilihat

Platform media sosial Meta, Instagram, berencana merilis aplikasi berbasis teks yang akan bersaing dengan Twitter. Menurut laporan Bloomberg News mengutip orang-orang yang mengetahui rencana tersebut, aplikasi ini rencananya akan memulai debutnya segera setelah Juni 2023.

Aplikasi pesaing Twitter tersebut saat ini tengah diuji coba oleh beberapa influencer untuk mengukur sejauh mana minat mereka dalam mencoba versi awal aplikasi, yang akan diintegrasikan dengan Instagram.

“Aplikasi terdesentralisasi dibangun di belakang Instagram, tetapi akan kompatibel dengan beberapa aplikasi lain seperti Mastodon,” tulis Lia Haberman, yang mengajar pemasaran sosial dan influencer di UCLA di California, dikutip Reuters.

Di sisi lain, sejak diambil alih oleh Elon Musk, platform Twitter telah banyak mengalami perubahan. Kondisi ini bahkan membuat Twitter mulai ditinggalkan pengguna. Menurut data terbaru dari Pew Research, mayoritas pengguna Twitter di Amerika Serikat (AS) telah “beristirahat” dari platform tersebut selama setahun terakhir, dan banyak pengguna “paling aktif” lebih jarang nge-tweet daripada biasanya.

“Enam dari sepuluh orang Amerika yang telah menggunakan Twitter dalam 12 bulan terakhir mengatakan bahwa mereka telah beristirahat dari platform tersebut selama beberapa minggu atau lebih selama rentang waktu tersebut,” tulis Pew dalam sebuah laporan berdasarkan survei terhadap 10.701 pengguna Twitter.

Dalam laporan terpisah, Pew juga mempelajari perilaku 1.002 pengguna “paling aktif” Twitter dan menemukan penurunan tweet yang nyata dalam beberapa bulan setelah Twitter diakuisisi Elon Musk.

“Jumlah rata-rata tweet pengguna ini per bulan menurun sekitar 25% setelah akuisisi,” catat Pew.

Pew tidak melakukan polling kepada pengguna Twitter tentang alasan mundurnya mereka dari Twitter, atau apakah tindakan Elon Musk secara langsung bertanggung jawab atas perubahan tersebut. Paw juga tidak memperhitungkan berapa banyak pengguna baru yang mungkin telah bergabung dengan Twitter dalam setahun terakhir.

Elon Musk pada pekan lalu juga baru saja mengumumkan bahwa Linda Yaccarino, mantan kepala periklanan global NBCUniversal, telah mengundurkan diri dari perusahaannya dan bergabung dengan Twitter sebagai CEO baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *