Politisi dan blogger Ukraina telah menambahkan suara kecaman terhadap keputusan Apple yang memperlihatkan Krimea sebagai wilayah Rusia di petanya

0 31

Politisi dan blogger Ukraina telah menambahkan suara kecaman terhadap keputusan Apple yang memperlihatkan Krimea sebagai wilayah Rusia di petanya. Namun hingga kini, Apple belum mengomentari keputusannya itu.

“Apple, tolong tetap berpegang pada teknologi tinggi dan hiburan. Politik global bukanlah sisi kuat Anda,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko.

Mantan juara catur dunia Rusia Garry Kasparov menambahkan suara kecaman dan menyebut keputusan Apple sebagai “tindakan yang tidak dapat diterima”.

Perubahan diumumkan oleh Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia, dalam satu pernyataan, yang menggambarkan daftar sebelumnya sebagai “tidak akurat”.

“Krimea dan Sevastopol sekarang muncul di perangkat Apple sebagai wilayah Rusia,” kata pernyataan itu.

Rusia memperlakukan kota pelabuhan angkatan laut Sevastopol sebagai wilayah terpisah. Perubahan, yang hanya berlaku di Rusia, memengaruhi aplikasi Peta dan Cuaca Apple.

Apple telah melakukan pembicaraan dengan Rusia selama beberapa bulan. Apple berharap untuk mempertahankan Krimea sebagai wilayah yang tidak ditentukan, bukan bagian dari Rusia atau Ukraina.

Google, yang juga memproduksi aplikasi Maps yang populer, juga menunjukkan Krimea sebagai milik Rusia jika dilihat dari negara tersebut. Perubahan itu ternyata sudah terjadi pada Maret.

Ketika Google Maps dilihat dari Ukraina, peta tidak menunjukkan batas yang jelas antara Krimea dan Ukraina. Tetapi juga tidak ada perbatasan antara Krimea dan Rusia, menurut Pemantauan BBC.

“Apple mengubah petanya di Rusia untuk menjadikan Krimea bagian dari Rusia adalah skandal besar. Regionalisasi fakta adalah peredaan yang tidak dapat diterima,” kicau Garry Kasparov di Twitter.

Kedutaan Besar AS di Ukraina juga sama kritisnya di Twitter.

“Kami kira Ukraina tidak mengucapkan terima kasih kepada @Apple #Terima kasih ini. Jadi mari kita semua mengingatkan Apple bahwa #CrimeaIsUkraine dan itu berada di bawah pendudukan Rusia – bukan kedaulatannya,” bunyi cuitan Kedubes AS di Twitter.

Mantan menteri luar negeri Ukraina Volodymyr Ohryzko menyarankan bahwa boikot produk Apple mungkin menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut.

“Percayalah, mereka akan mendengar kita dengan cepat. Dan akan mengubah segalanya dengan cepat. Apakah ada sukarelawan?,” tanyanya di Twitter.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ